Asian Development Bank (ADB) memproyeksikan tekanan inflasi di kawasan Asia Pasifik, termasuk Asia Tenggara, berpotensi meningkat pada 2026. Proyeksi tersebut disampaikan ADB dalam laporannya yang menyoroti dampak perkembangan geopolitik terbaru.
Menurut ADB, perang antara AS-Israel dan Iran yang pecah sejak akhir Februari 2026 menjadi salah satu faktor risiko yang dapat mendorong kenaikan inflasi di kawasan. Eskalasi konflik dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan meningkatkan tekanan harga.
ADB menekankan bahwa situasi tersebut dapat menjadi sumber ketidakpastian bagi negara-negara di Asia Tenggara dalam menjaga laju inflasi. Namun, laporan itu tidak merinci besaran kenaikan inflasi maupun negara yang paling terdampak dalam kutipan informasi yang tersedia.