JAKARTA – Produsen minyak sawit asal Inggris, AEP Plantations Plc., berencana membawa anak usahanya di Indonesia, PT AEP Nusantara Plantations (AEP Nusa), untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pertengahan 2026.
Berdasarkan keterangan resmi dari London Stock Exchange pada Kamis (16/4), AEP memiliki wilayah operasional di Indonesia dan Malaysia yang dikelola melalui 13 anak usaha. Salah satu entitas tersebut adalah AEP Nusa—sebelumnya bernama PT Sawit Graha Manunggal—beserta anak usahanya, PT Kahayan Agro Plantation (KAP), yang difokuskan mengelola total 19.000 hektare lahan tertanam di Kalimantan Tengah.
Namun, mengacu pada laman resmi AEP, AEP Nusa disebut menguasai lahan hingga 17.467 hektare serta memiliki satu pabrik kelapa sawit (PKS) di Barito Timur, Kalimantan Tengah, dengan kapasitas 90 ton per jam. Sementara itu, KAP memiliki luas wilayah perkebunan hingga 11.385 hektare di Gunung Mas, Kalimantan Tengah.
Dewan direksi AEP menilai pencatatan saham AEP Nusa di BEI dapat membentuk entitas yang mendukung ekspansi perkebunan secara lebih efisien. Manajemen AEP juga menyatakan langkah tersebut ditujukan untuk menyelaraskan AEP Nusa dengan jejak operasionalnya serta memperluas basis investor.
Dalam rencana tersebut, AEP Nusa diproyeksikan akan melepas 15% saham kepada publik, sejalan dengan ketentuan free float baru dari otoritas pasar modal. Dana hasil penawaran umum perdana (IPO) itu direncanakan digunakan untuk belanja modal (capex), termasuk pengembangan infrastruktur KAP dan pembangunan satu pabrik kelapa sawit baru.
Masih mengacu pada laman resmi AEP, pembangunan PKS di KAP diperkirakan dapat menekan biaya logistik. Hingga 2023, KAP masih harus mengangkut Tandan Buah Segar (TBS) ke PKS milik SGM sejauh 600 kilometer.
Pada tahun yang sama, AEP merencanakan pembangunan PKS berkapasitas 45 ton per jam yang dijadwalkan dimulai pada semester I 2024 dengan nilai investasi hingga US$15,3 juta. Namun, dalam laporan keuangan AEP per Juni 2025 disebutkan persiapan lahan untuk PKS ke-8 di area operasional KAP baru dimulai pada Januari 2025 dan diperkirakan selesai pada Oktober 2025.
Setelah tahapan tersebut, PKS baru KAP dijadwalkan mulai beroperasi pada Desember 2026.
Meski rencana IPO dinilai telah disiapkan, AEP Nusa masih harus menunggu persetujuan regulator pasar modal Indonesia terkait proses pencatatan saham, termasuk dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI.