Bank BPD Bali kembali meraih penghargaan tingkat nasional dalam ajang Regional Champion Forum 2026 yang digelar The Asian Post bersama sejumlah asosiasi, yakni APPSI, APKASI, APEKSI, ASBANDA, dan PERBAMIDA. Kegiatan tersebut berlangsung di Surakarta pada Kamis (16/4/2026) dengan tema “Kebijakan Transfer Kas Daerah dan Masa Depan Penguatan BUMD”.
Dalam forum itu, Bank BPD Bali mendapatkan predikat Golden Champion - Excellent Financial Performance in 7 Consecutive Years (2019-2025). Penghargaan ini diberikan atas konsistensi kinerja keuangan bank yang disebut terus menunjukkan tren positif selama tujuh tahun berturut-turut.
Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma hadir langsung menerima penghargaan yang diserahkan oleh Dewan Pakar Infobank Sigit Pramono serta CEO dan Pemimpin Redaksi Infobank Eko B Supriyanto.
Sudharma mengatakan penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas penerapan tata kelola yang baik serta komitmen seluruh insan Bank BPD Bali di setiap jenjang organisasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Bali dan nasional. Ia menyebut komitmen itu sejalan dengan visi Ekonomi Kerthi Bali dan Asta Cita.
Ia juga menyampaikan bahwa Bank BPD Bali akan terus memperkuat peran bank pembangunan daerah (BPD) dalam ekosistem perbankan modern. Menurutnya, fokus ke depan diarahkan pada inovasi digitalisasi, termasuk perluasan layanan QRIS Tap dan pengembangan ekosistem Balipay agar aktivitas perekonomian masyarakat semakin optimal.
Dalam kesempatan yang sama, Sigit Pramono menekankan pentingnya integritas dan kehati-hatian di industri perbankan, terutama dalam penyaluran kredit program pemerintah. Ia mengingatkan agar prinsip kehati-hatian tetap dijaga meski bank menjalankan program pemerintah, seraya menegaskan bahwa pelaksanaan program tersebut tidak berarti kredit boleh bermasalah.
Sementara itu, Eko B. Supriyanto menyoroti tantangan ekonomi ke depan, termasuk keterbatasan transfer dana ke daerah. Ia menyebut peran BUMD relevan dengan total aset mencapai Rp700 triliun, sementara BPD dan BUMD lainnya mendominasi dengan total aset mencapai Rp1.000 triliun.
Eko menambahkan, BPD dinilai memiliki peran penting sebagai motor ekonomi daerah, mendorong sinkronisasi regulasi tata kelola, serta berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di masing-masing wilayah.
Forum tersebut juga menjadi wadah diskusi terkait kebijakan fiskal daerah, termasuk anggaran dana desa tahun 2026 yang disebut mencapai Rp60,57 triliun, serta penguatan peran BUMD sebagai motor pembangunan daerah.
Rangkaian kegiatan turut diramaikan dengan Solo Art and Culture Exhibition di Ndalem Prangwedanan, Puro Mangkunegaran Solo, yang berlangsung pada 16–19 April 2026 dan menampilkan karya seni serta budaya Nusantara. Acara ini menghadirkan dua narasumber, yakni Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dan Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Puspa.
Melalui penghargaan tersebut, Bank BPD Bali menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan perbankan yang inovatif, memperkuat ekonomi daerah, serta berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan di Bali dan Indonesia.