BERITA TERKINI
BCA Research: Lonjakan Harga Minyak Diperkirakan Tak Picu Inflasi Berkepanjangan

BCA Research: Lonjakan Harga Minyak Diperkirakan Tak Picu Inflasi Berkepanjangan

Jakarta — Lonjakan harga energi terbaru yang dipicu konflik di Timur Tengah dinilai kecil kemungkinannya memicu periode inflasi global yang tak terkendali dalam jangka panjang. Dalam laporan Strategi Investasi Global terbaru, analis BCA Research menyebut risiko ekspektasi inflasi yang melambung di sejumlah ekonomi utama dunia tetap rendah dalam 12 bulan ke depan.

BCA Research mencatat harga minyak memang meningkat. Namun, kelonggaran pasar tenaga kerja yang bertambah dan perlambatan pertumbuhan upah dinilai dapat menjadi penyangga penting terhadap potensi terjadinya spiral upah-harga.

“Kami tidak memperkirakan guncangan minyak akan memiliki efek jangka panjang pada inflasi,” tulis laporan tersebut.

Tim BCA menilai, tanpa percepatan mendadak pada pertumbuhan upah nominal, kenaikan harga energi saat ini lebih berpotensi menekan upah riil. Dampaknya, rumah tangga diperkirakan akan mengurangi pengeluaran diskresioner, alih-alih mendorong inflasi luas yang bertahan lama.

Melampaui volatilitas harga energi dalam jangka pendek, BCA Research juga mengidentifikasi sejumlah faktor struktural yang dinilai akan membentuk lanskap inflasi hingga sisa dekade ini dan seterusnya. Di antaranya adalah kebijakan fiskal, terutama arah belanja pemerintah yang diperkirakan tetap menjadi pendorong utama permintaan agregat.

Selain itu, pergeseran globalisasi yang terus berlangsung—ditandai perubahan dinamika rantai pasok dan perkembangan integrasi perdagangan—diperkirakan akan memengaruhi kekuatan penetapan harga serta struktur biaya secara global.

Faktor demografis juga dinilai penting dalam prospek jangka panjang. Penuaan populasi dan perubahan tingkat partisipasi angkatan kerja disebut berpotensi memengaruhi kekuatan penetapan harga dalam jangka panjang sekaligus menjadi kendala pasokan tenaga kerja.

Di sisi lain, peran kecerdasan buatan (AI) disebut sebagai variabel kunci. Analis mempertimbangkan potensi AI dalam mendorong peningkatan produktivitas, sekaligus kemungkinan dampak disruptifnya terhadap industri dan struktur ketenagakerjaan yang ada.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, BCA Research menyatakan tetap yakin tekanan inflasi yang terjadi saat ini bukanlah awal dari perubahan rezim struktural. Mereka menilai volatilitas pasar saat ini lebih tepat dipandang sebagai hambatan sementara, bukan ancaman besar bagi pertumbuhan ekonomi global.