Bank Indonesia (BI) melaporkan kinerja kegiatan dunia usaha pada triwulan I 2026 tetap terjaga, berdasarkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU).
Direktur Departemen Komunikasi BI Anton Pitono menyampaikan, kondisi tersebut tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 10,11 persen, dengan kinerja mayoritas lapangan usaha tercatat positif.
Lapangan usaha yang menjadi penopang kinerja positif tersebut antara lain Jasa Keuangan; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Industri Pengolahan; serta Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Motor.
Anton menjelaskan, perkembangan ini sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat pada berbagai Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di triwulan I 2026, seperti Tahun Baru Imlek, Hari Suci Nyepi, periode Ramadan dan Idul Fitri 1447 H, serta dimulainya musim panen pada komoditas pertanian.
Dari sisi pemanfaatan kapasitas, BI mencatat kapasitas produksi terpakai pada triwulan I 2026 sebesar 73,33 persen, naik dibandingkan triwulan IV 2025 yang sebesar 73,15 persen. Kenaikan tersebut didorong oleh kinerja lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta Industri Pengolahan.
Selain itu, kondisi keuangan dunia usaha juga dinilai baik, baik dari aspek likuiditas maupun rentabilitas, dengan akses kredit yang disebut lebih mudah.
Untuk triwulan II 2026, responden SKDU memperkirakan kegiatan usaha meningkat dengan SBT sebesar 14,80 persen. Peningkatan tersebut diproyeksikan bersumber dari lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan seiring berlanjutnya musim panen komoditas pangan.
Sumber pertumbuhan lainnya diperkirakan berasal dari Pertambangan dan Penggalian yang didukung penurunan curah hujan sehingga mendorong aktivitas pertambangan, serta lapangan usaha Konstruksi seiring dimulainya pengerjaan sejumlah proyek.