Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku menargetkan percepatan digitalisasi dan penguatan ekonomi syariah sebagai strategi utama untuk mempertahankan tren pertumbuhan ekonomi daerah. Langkah ini diambil setelah ekonomi Maluku mencatat pertumbuhan 5,44% pada triwulan IV-2025.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku, Ditha Aditya Nugraha, mengatakan sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Salah satu wujud upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Salam Fest Moluccas Digifest 2026 yang digelar di Pattimura Park pada 16–18 April 2026.
Dalam pembukaan kegiatan, Ditha menyebut capaian pertumbuhan tersebut perlu dijaga dengan memperkuat fondasi ekonomi daerah. Fokus diarahkan pada pemberdayaan UMKM, pengembangan sektor modest fashion, serta produk halal yang dipadukan dengan percepatan sistem pembayaran digital.
Menurut Ditha, penguatan ekosistem syariah tidak semata berkaitan dengan aspek religi, melainkan juga membangun konektivitas antara pelaku usaha dan lembaga keuangan. Di sisi lain, BI mendorong perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) serta elektronifikasi transaksi pemerintah daerah guna menciptakan efisiensi ekonomi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Road to Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia dan diharapkan dapat mendorong lahirnya wirausaha baru yang melek digital di Maluku. Ditha juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kota Ambon, dan para mitra, seraya menekankan pentingnya kolaborasi agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi, tetapi juga lebih tangguh menghadapi tantangan ke depan.
Selama tiga hari pelaksanaan, Salam Fest menjadi pusat edukasi sekaligus pameran capaian program digitalisasi dan ekonomi syariah, serta mempertemukan pelaku usaha dengan akses pasar yang lebih luas.