BERITA TERKINI
BI: Negara G20 dan BRICS Sepakat Perkuat Kerja Sama untuk Jaga Stabilitas Ekonomi Global

BI: Negara G20 dan BRICS Sepakat Perkuat Kerja Sama untuk Jaga Stabilitas Ekonomi Global

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan negara-negara yang tergabung dalam G20 dan BRICS sepakat untuk terus memperkuat kerja sama internasional guna mendorong pertumbuhan ekonomi serta mengatasi ketidakseimbangan global.

Dalam forum G20, Perry menekankan pentingnya menilai ketidakseimbangan global tidak hanya dari neraca transaksi berjalan (current account), tetapi juga neraca finansial (financial account). Menurutnya, ketidakseimbangan global di sektor keuangan saat ini dinilai lebih berisiko terhadap stabilitas perekonomian global.

Perry menyebut terdapat tiga respons kebijakan yang diperlukan untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus mengatasi ketidakseimbangan global. Pertama, menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Kedua, mendorong reformasi struktural. Ketiga, menerapkan kebijakan perdagangan yang terbuka.

Kesepakatan tersebut mengemuka dalam Pertemuan Pertama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (Finance Minister and Central Bank Governors Meeting/FMCBG) di bawah Presidensi G20 Amerika Serikat, yang berlangsung dalam rangkaian IMF–World Bank Spring Meetings 2026 di Washington, D.C. Selain itu, pembahasan juga berlangsung dalam Pertemuan Kedua Deputi BRICS di bawah Presidensi India 2026 pada 14–15 April 2026.

Delegasi Indonesia dalam rangkaian pertemuan itu dipimpin oleh Gubernur BI Perry Warjiyo bersama Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa.

Presidensi G20 Amerika Serikat 2026 mengusung tema “Growth through Deregulation, Energy Abundance, and Innovation”, dengan fokus pada upaya mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penyederhanaan regulasi, penguatan pasokan energi yang terjangkau dan aman, serta percepatan inovasi di bidang artificial intelligence dan teknologi baru.

BI juga menghadiri Pertemuan Kedua Tingkat Deputi BRICS di bawah Presidensi India 2026 yang mengusung tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability”. Dalam forum BRICS, negara-negara anggota menyepakati penguatan kerja sama “South-South” untuk menghadapi meningkatnya fragmentasi geopolitik, keterbatasan pembiayaan, serta kerentanan makrofinansial yang berdampak pada negara-negara berkembang. Salah satu langkah yang disepakati ialah pembentukan Task Force on Growth and Development (TFGD).

Ke depan, bank sentral negara BRICS juga sepakat memperkuat kerja sama pada sejumlah area strategis, antara lain sistem pembayaran, AI, keamanan siber dan financial technology, serta jaring pengaman keuangan internasional untuk mendukung pertumbuhan.

Di sela-sela pertemuan G20 dan BRICS, Perry turut menghadiri pertemuan bilateral dengan Gubernur Federal Reserve Bank Michael S. Barr. Pertemuan tersebut membahas perkembangan ekonomi global, ketahanan energi, serta digitalisasi sistem pembayaran.