BERITA TERKINI
BI Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Makroekonomi dalam Pertemuan IMF-Bank Dunia di AS

BI Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Makroekonomi dalam Pertemuan IMF-Bank Dunia di AS

Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan di tengah ketidakpastian global dalam Pertemuan Musim Semi Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia (IMF–World Bank Spring Meetings) di Amerika Serikat.

Gubernur BI Perry Warjiyo, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu, menyatakan komitmen tersebut dilakukan melalui pengelolaan nilai tukar yang fleksibel namun terukur, penguatan instrumen moneter untuk menjaga daya tarik aset domestik, serta pengelolaan likuiditas yang hati-hati agar tetap mendukung pertumbuhan.

BI juga menekankan sinergi erat dengan pemerintah untuk menjaga disiplin fiskal, termasuk komitmen mempertahankan defisit di bawah 3 persen dari produk domestik bruto (PDB) dan realokasi belanja ke sektor produktif.

Dalam jangka menengah, Perry menyampaikan Indonesia terus mendorong transformasi struktural menuju sektor ekonomi bernilai tambah lebih tinggi melalui hilirisasi dan pengembangan sektor berbasis teknologi, guna mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Penegasan itu disebut sebagai respons atas sorotan IMF mengenai pentingnya langkah strategis otoritas untuk menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian global, sekaligus memastikan transformasi ekonomi memberi manfaat bagi pertumbuhan.

IMF menilai perekonomian global tetap resilien, meski menghadapi ketidakpastian yang semakin kompleks, terutama akibat perang di Timur Tengah. Di sisi lain, perubahan besar di bidang teknologi, demografi, dan lingkungan dinilai menciptakan tantangan sekaligus peluang baru.

IMF juga menyoroti perkembangan akal imitasi (AI) yang dinilai berpotensi meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan, namun dapat menimbulkan disrupsi di berbagai sektor seiring pesatnya perkembangan teknologi tersebut.

Dalam agenda kebijakan, IMF menekankan pentingnya menjaga ekspektasi inflasi dengan komunikasi kebijakan yang jelas untuk mendukung efektivitas kebijakan moneter. Selain itu, stabilitas keuangan didorong melalui penguatan pengawasan dan regulasi perbankan, serta perlunya mempertahankan kredibilitas kebijakan fiskal di tengah ruang fiskal yang semakin terbatas.

IMF turut menekankan perlunya reformasi struktural, penguatan ketahanan energi melalui diversifikasi dan pemanfaatan energi terbarukan, serta penguatan kerja sama internasional.

Lembaga itu juga menyoroti pentingnya upaya bersama memperkuat jaring pengaman keuangan global, termasuk melalui bantuan bagi negara anggota yang membutuhkan, serta peningkatan kapasitas IMF dalam menjalankan fungsi surveilans, pembiayaan, dan asistensi teknis yang relevan.

Dalam pertemuan tersebut, para menteri keuangan dan gubernur bank sentral menyepakati Global Policy Agenda sebagai langkah bersama untuk mengelola tekanan dan transformasi.