Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Samarinda menggelar program SAPA ASN bertajuk “Cerdas Mengelola Keuangan Syariah” secara daring pada Rabu, 15 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan literasi keuangan bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda.
Dalam program tersebut, Analis SDM Ahli Muda Bidang Pembinaan Aparatur BKPSDM Samarinda, Windi Kurniati, hadir sebagai pemantik diskusi. Ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir ASN dalam mengelola penghasilan agar lebih bijak dan terarah.
Windi menyoroti masih banyak ASN yang merasa penghasilannya kurang. Namun, menurutnya, persoalan itu tidak selalu berkaitan dengan besaran gaji, melainkan bisa dipengaruhi oleh cara pengelolaannya.
“Sobat ASN seringkali kita berpikir gaji saya kurang. Padahal belum tentu kurang, bisa jadi cara mengelolanya yang masih butuh pencerahan,” ujarnya. Ia juga menyinggung kebiasaan menunda pengelolaan keuangan yang kerap terulang dari bulan ke bulan.
Lebih lanjut, Windi menegaskan bahwa perencanaan keuangan tidak cukup berhenti pada niat, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan yang konsisten. Ia menilai banyak ASN memiliki keinginan menabung, namun belum disiplin dalam pelaksanaannya.
“Siapa di sini yang pernah bilang bulan depan saya mau lebih hemat, tapi ternyata bulan depannya sama saja. Atau mungkin yang punya tabungan tapi isinya hanya niat semua,” katanya.
Ia menjelaskan, pengelolaan keuangan syariah tidak hanya berfokus pada aspek halal. Pendekatan ini juga menekankan nilai keberkahan, ketenangan, serta keberlanjutan dalam kehidupan finansial.
“Bukan soal besar kecilnya penghasilan Sobat ASN, tetapi bagaimana kita cerdas mengelola apa yang kita miliki. Jika keuangan sudah sesuai syariah, insyaallah bukan cuma dompet yang aman tapi juga hati lebih tentram,” ucapnya.