BERITA TERKINI
BNI Sekuritas Genap 31 Tahun, Perkuat Edukasi Investor dan Peran di Transaksi Strategis

BNI Sekuritas Genap 31 Tahun, Perkuat Edukasi Investor dan Peran di Transaksi Strategis

PT BNI Sekuritas memasuki usia 31 tahun pada 12 April 2026. Perusahaan menegaskan posisinya sebagai mitra investasi bagi investor ritel dan institusi di Indonesia, seiring meningkatnya partisipasi masyarakat di pasar modal.

Plt Direktur Utama BNI, Vera Ongyono, menyatakan bahwa sejak berdiri pada 1995 BNI Sekuritas tidak hanya membuka akses ke pasar modal, tetapi juga membekali investor melalui edukasi agar dapat mengambil keputusan secara lebih bijak. Menurutnya, pasar modal yang sehat tercermin dari kualitas edukasi dan pengalaman para pelakunya.

Di tengah pasar yang semakin dinamis, BNI Sekuritas menyebut penguatan fondasi investor ritel menjadi salah satu fokus untuk mendukung pasar modal yang inklusif dan berkelanjutan. Saat ini, pasar modal Indonesia tercatat memiliki lebih dari 21 juta investor yang didominasi generasi muda. Di sisi lain, tingkat literasi pasar modal yang berada di kisaran 17–18% dinilai masih membuka ruang luas bagi penguatan edukasi.

Dalam rangkaian komitmen selama 31 tahun, BNI Sekuritas menjalankan sejumlah inisiatif untuk memperkuat investor ritel. Salah satunya melalui perluasan basis investor lewat Sekolah Pasar Modal dan Galeri Investasi bersama Bursa Efek Indonesia, yang pada 2025 menjangkau 1.317 investor dan calon investor.

Perusahaan juga menggelar program edukasi berkelanjutan seperti Morning Investview, Live Trading, dan Klinik Saham yang disebut menjangkau lebih dari 155.160 peserta. Program tersebut memberikan wawasan pasar dan pendampingan analisis bersama tim analis riset ritel BNI Sekuritas.

Selain itu, BNI Sekuritas menyelenggarakan kompetisi trading tahunan BIONS Cuanpionship yang melibatkan lebih dari 2.751 investor ritel, dengan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman melalui praktik langsung dan interaksi.

Dari sisi layanan, BNI Sekuritas meluncurkan New BIONS by BNI Sekuritas yang menyediakan akses terintegrasi ke saham, obligasi, reksa dana, dan SBN dalam satu aplikasi berbasis riset. Perusahaan juga mengembangkan pendekatan hybrid melalui revitalisasi outlet di berbagai kota besar, menghadirkan lounge interaktif, workshop, dan sesi live trading, serta ruang pertemuan langsung dengan tim sales.

Di luar penguatan ritel, BNI Sekuritas menegaskan perannya dalam sejumlah transaksi strategis. Pada 2025, perusahaan menjadi lead transaction advisor bagi Blue Sky Group dalam kemitraan dengan Airport Dimensions untuk mendukung ekspansi regional dan penguatan layanan lounge bandara di Indonesia.

Pada tahun yang sama, BNI Sekuritas memfasilitasi transaksi antara PT Angkasa Pura Indonesia (API) dan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) melalui rights issue dan inbreng aset senilai Rp5,66 triliun di Bandara Soekarno-Hatta. Transaksi tersebut disebut memperkuat struktur permodalan GMFI, sekaligus mencerminkan peran BNI Sekuritas sebagai penasihat strategis di industri aviasi.

Memasuki awal 2026, BNI Sekuritas dipercaya sebagai sole arranger dalam penggabungan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (Moratelindo) (IDX: MORA) dan PT Eka Mas Republik (MyRepublic Indonesia) dengan nilai transaksi mencapai Rp20 triliun. Setelah memperoleh persetujuan pemegang saham pada 26 Maret 2026, Moratelindo sebagai entitas penerima penggabungan disebut akan berganti nama menjadi PT Ekamas Mora Republik Tbk. Penggabungan ini ditujukan untuk memperkuat ekosistem digital nasional melalui sinergi infrastruktur jaringan di Indonesia.

BNI Sekuritas juga menyatakan komitmen mendukung klien institusi melalui penguatan pembiayaan hijau dan berkelanjutan (green financing) sebagai strategi menciptakan nilai jangka panjang serta mendorong transisi menuju praktik ESG (Environmental, Social, Governance). Vera menyebut green financing bukan sekadar tren, melainkan pergeseran struktural di pasar, dan perusahaan siap mendampingi klien yang telah beroperasi di sektor tersebut maupun yang sedang bertransisi.

Sepanjang 2025, BNI Sekuritas berperan dalam transaksi pembiayaan berbasis ESG melalui delapan instrumen yang mencakup obligasi dan sukuk berkelanjutan. Di antaranya Sustainable Environmental Bond Bank Mandiri, Sustainable Social Bond Pegadaian, Sukuk Mudharabah Berlandaskan Keberlanjutan Bank Syariah Indonesia, Sustainability Bond Bank BNI, Sustainable Bond Sarana Multi Infrastruktur, serta Sustainable Social Sukuk Pegadaian.

Dari sisi tata kelola, BNI Sekuritas menyatakan terus memperkuat penerapan Good Corporate Governance (GCG) dan manajemen risiko terintegrasi. Perusahaan menyebut setiap pengembangan bisnis dan inisiatif strategis, termasuk transformasi BIONS menjadi platform smart investing, dirancang dengan memperhatikan kepatuhan, transparansi, dan manajemen risiko untuk memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan.

Pada 2025, BNI Sekuritas juga mencatat sejumlah penghargaan, baik nasional maupun internasional, termasuk dari Alpha Southeast Asia, Asian Banking & Finance, Euromoney, The Asset, Corporate Governance Perception Index (CGPI), SWA, dan Warta Ekonomi.

Ke depan, BNI Sekuritas menyatakan akan memperluas jangkauan edukasi bagi investor ritel dan institusi, memperkuat inklusi pasar modal, serta menghadirkan solusi investasi yang adaptif. Vera menambahkan, tata kelola akan menjadi landasan agar nasabah dan klien dapat berpartisipasi dengan nyaman, aktif, dan berkelanjutan di pasar modal Indonesia.