BERITA TERKINI
BPJS Kesehatan Paparkan Tantangan Keuangan 2026, Target Iuran Naik 3,66%

BPJS Kesehatan Paparkan Tantangan Keuangan 2026, Target Iuran Naik 3,66%

BPJS Kesehatan memaparkan sejumlah tantangan keuangan yang diproyeksikan muncul pada 2026, salah satunya kenaikan target pendapatan iuran. Direktur BPJS Kesehatan Mayor Jenderal TNI (Purn.) Prihati Pujowaskito mengatakan, meski kinerja pada 2025 menunjukkan peningkatan, lembaganya tetap menghadapi tekanan dan target baru pada tahun berikutnya.

Dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI pada Selasa (14/4/2026), Prihati menyampaikan target peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada 2026 ditetapkan sebesar 286,57 juta peserta. Angka itu disebut naik 1,36% dibanding realisasi 2025.

Dari sisi pendapatan, BPJS Kesehatan menargetkan pendapatan iuran sebesar Rp183,18 triliun pada 2026, atau meningkat 3,66%. Sementara itu, Prihati juga menyebut target maksimal rasio klaim 114,84% dengan nilai klaim dan beban manfaat masing-masing sebesar Rp210,37 triliun.

Selain iuran, BPJS Kesehatan menargetkan pendapatan investasi pada 2026 sebesar Rp1,3 triliun yang bersumber dari dana kerelaan sebesar Rp19,2 triliun. Prihati mengatakan Yield on Investment ditetapkan 4,30%, lebih rendah dibanding sebelumnya 6,96%, karena keterbatasan dana kerelaan yang tersedia untuk investasi.

Untuk mencapai target-target tersebut, BPJS Kesehatan menyiapkan sejumlah strategi pengelolaan Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan pada 2026.