BERITA TERKINI
BPS: Indikator Makro Ekonomi Babel 2025 Menguat, Kemiskinan dan Ketimpangan Menurun

BPS: Indikator Makro Ekonomi Babel 2025 Menguat, Kemiskinan dan Ketimpangan Menurun

PANGKALPINANG — Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencatat sejumlah indikator makro ekonomi daerah menunjukkan tren membaik sepanjang 2025, menjelang satu tahun kepemimpinan Gubernur Hidayat Arsani yang dilantik pada 17 April 2025.

Kepala BPS Babel Sugeng Arianto menyampaikan, berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi kumulatif (c-to-c) Babel meningkat dari 0,77 persen pada 2024 menjadi 4,09 persen pada 2025. Menurutnya, kenaikan tersebut didukung meningkatnya aktivitas pertambangan yang berdampak pada pendapatan masyarakat dan mendorong penguatan konsumsi rumah tangga.

Dari sisi kesejahteraan, Sugeng mengatakan tingkat kemiskinan di Babel turun secara bertahap. Pada September 2024, angka kemiskinan tercatat 5,08 persen, kemudian menurun menjadi 5,00 persen pada Maret 2025, dan kembali turun menjadi 4,77 persen pada September 2025.

Ia menjelaskan, penurunan kemiskinan tidak terlepas dari membaiknya kondisi ekonomi makro, yang tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap positif, kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP), serta inflasi yang relatif terkendali. Selain itu, peningkatan belanja bantuan sosial pemerintah dan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut turut menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok rentan.

Indikator pemerataan ekonomi juga menunjukkan perbaikan. Indeks Gini Ratio di Babel menurun dari 0,235 pada September 2024 menjadi 0,222 pada Maret 2025, lalu turun lagi menjadi 0,214 pada September 2025. Sugeng menyebut penurunan ini didukung meningkatnya distribusi pengeluaran pada kelompok 40 persen terbawah, sehingga hasil pembangunan dinilai mulai lebih merata.

Menurut Sugeng, berbagai program perlindungan sosial serta peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertambangan, turut memperluas akses kelompok berpendapatan rendah terhadap sumber daya ekonomi dan mendorong penurunan ketimpangan secara bertahap.

Di sektor ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Babel tercatat turun dari 4,63 persen pada Agustus 2024 menjadi 4,45 persen pada Agustus 2025. BPS menyebut penurunan ini didukung meningkatnya penyerapan tenaga kerja, salah satunya melalui pelaksanaan program MBG yang menyerap tenaga kerja lokal dalam operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Selain itu, Pemprov Babel juga melaksanakan pengangkatan dan pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) teknis, tenaga kesehatan, dan guru yang disebut turut menambah kesempatan kerja formal di daerah.

Secara keseluruhan, Sugeng menilai capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan ekonomi Babel tidak hanya meningkat, tetapi juga bergerak lebih inklusif dan berdampak luas.