BERITA TERKINI
Bursa Asia Berpeluang Menguat, Optimisme Gencatan Senjata AS–Iran Angkat Sentimen

Bursa Asia Berpeluang Menguat, Optimisme Gencatan Senjata AS–Iran Angkat Sentimen

Bursa saham Asia diperkirakan melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (16/4), mengikuti reli di Wall Street yang ditopang optimisme pasar terhadap potensi perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta laporan laba perusahaan yang dinilai solid.

Kontrak berjangka indeks ekuitas untuk Jepang dan Hong Kong mengindikasikan pembukaan menguat, sementara pasar Australia terpantau cenderung stabil. Pada perdagangan sebelumnya di AS, indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 ditutup di rekor tertinggi.

Di Wall Street, saham sektor keuangan menjadi salah satu pendorong utama penguatan. Bank of America Corp dan Morgan Stanley tercatat melonjak setelah membukukan pendapatan yang melampaui ekspektasi.

Di pasar komoditas, harga minyak bergerak turun tipis pada awal perdagangan Asia. Sementara itu, emas sedikit menguat setelah sempat merosot lebih dari 1% pada Rabu.

Menurut sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, AS dan Iran mempertimbangkan perpanjangan gencatan senjata selama dua minggu untuk memberi waktu lebih bagi negosiasi perdamaian. Perkembangan ini membantu meredam kekhawatiran pasar atas potensi pecahnya kembali pertempuran, meski ketegangan di Selat Hormuz disebut masih berlanjut.

Reli saham global saat ini juga menandai pembalikan tajam dari aksi jual besar-besaran pada bulan lalu, yang sempat mendorong Nasdaq 100 masuk ke zona koreksi teknis. Meski ketidakpastian terkait perang masih membayangi, investor kembali masuk ke pasar saham seiring meredanya tensi di Timur Tengah, antusiasme terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI), serta kinerja laba yang dinilai tangguh. Sejumlah analis pun mulai mengurangi sikap skeptis mereka.