Pasar saham Asia dibuka menguat pada Rabu (15/4/2026), seiring meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran serta penurunan harga minyak.
Penguatan di kawasan juga mengikuti kenaikan bursa AS pada perdagangan semalam, di tengah optimisme pasar terhadap peluang solusi diplomatik terkait konflik di Timur Tengah.
Di Korea Selatan, indeks Kospi naik hampir 3%, sementara indeks Kosdaq yang berisi saham-saham berkapitalisasi kecil menguat 1,65%.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,72% dan Topix bertambah 0,87%. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 menguat 0,42%.
Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 26.145, dibandingkan dengan penutupan terakhir di 25.872,32.
Di AS, kontrak berjangka yang terkait dengan indeks pasar luas dan Nasdaq 100 terakhir diperdagangkan sedikit lebih rendah. Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average turun 17 poin, atau kurang dari 0,1%.
Pada perdagangan semalam di Wall Street, S&P 500 naik 1,18%. Nasdaq Composite menguat 1,96%, sedangkan Dow Jones naik 317,74 poin atau 0,66%.
S&P 500 juga disebut mendekati rekor tertinggi sepanjang masa di 7.002,28 yang dicapai pada 28 Januari.
Di sisi geopolitik, seorang pejabat Gedung Putih yang enggan disebutkan namanya menyatakan putaran kedua negosiasi antara Washington dan Teheran masih dibahas, meski belum ada jadwal resmi yang ditetapkan.
Presiden Donald Trump mengatakan pihaknya telah dihubungi oleh pihak lain. “Mereka sangat ingin mencapai kesepakatan,” ujarnya.
Dari pasar komoditas, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 0,32% menjadi US$90,69 per barel pada pukul 20.00 ET. Minyak mentah Brent melemah 0,28% menjadi US$94,52 per barel.