Bursa saham Asia diperkirakan dibuka menguat pada perdagangan Rabu (15/4), mengikuti reli di Wall Street yang mendorong indeks S&P 500 mendekati rekor tertingginya. Sentimen pasar turut ditopang oleh harapan berlanjutnya pembicaraan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang sebelumnya menekan harga minyak dunia.
Kontrak berjangka ekuitas mengindikasikan penguatan di Sydney, Tokyo, dan Hong Kong. Di AS, indeks S&P 500 ditutup naik 1,2% dan hampir menyentuh level tertinggi sejak akhir Januari. Sementara itu, Nasdaq 100 yang banyak diisi saham teknologi melonjak 1,8% dan membukukan kenaikan selama 10 hari berturut-turut, menjadi rentetan terpanjang sejak 2021.
Di pasar energi, harga minyak AS menguat tipis pada awal perdagangan Asia setelah pada Selasa sempat anjlok hampir 8%. Penurunan sebelumnya terjadi di tengah optimisme bahwa jalur diplomasi AS-Iran dapat kembali bergerak.
AS dan Iran dilaporkan tengah berupaya mengatur putaran kedua pembicaraan damai dalam beberapa hari ke depan. Upaya tersebut berlangsung di tengah ketegangan di Selat Hormuz yang disebut memperburuk krisis energi global sekaligus memperumit prospek diplomatik. Bloomberg melaporkan targetnya adalah menggelar diskusi sebelum gencatan senjata 7 April berakhir pada pekan depan.
“Ini bukan soal apakah ada kemajuan nyata dalam pembicaraan damai, tapi soal apakah kita punya alasan logis untuk berharap bahwa kemajuan itu mungkin terjadi,” kata Steve Sosnick, kepala strategi di Interactive Brokers LLC. Menurutnya, sentimen pasar kerap memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan realitas.