Bursa saham Asia dibuka melemah menjelang akhir pekan, dengan pergerakan pasar cenderung tertahan. Pelaku pasar bersikap hati-hati seiring perkembangan konflik di Timur Tengah yang masih membayangi sentimen global.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyampaikan pernyataan optimistis, menilai konflik di Iran semestinya segera mencapai titik akhir. Beberapa jam sebelumnya, Trump mengonfirmasi Israel dan Lebanon telah menyepakati gencatan senjata selama 10 hari yang dimulai pukul 17.00 waktu setempat.
Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran menegaskan bahwa penghentian serangan Israel ke Lebanon menjadi prasyarat utama untuk dimulainya negosiasi antara Washington dan Teheran. Trump juga mengindikasikan putaran lanjutan perundingan tatap muka antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi digelar pada akhir pekan mendatang. Sementara itu, gencatan senjata dua pekan antara kedua negara dijadwalkan berakhir pada 21 April.
Dari kawasan Asia, Japan Bank for International Cooperation (JBIC) disebut akan menyiapkan skema investasi hingga 600 miliar yen, setara sekitar USD3,8 miliar, untuk membantu negara-negara Asia mengamankan pasokan energi. Informasi tersebut disampaikan Menteri Keuangan Satsuki Katayama, yang juga menyoroti bahwa volatilitas pasar minyak telah merembet ke pasar valuta asing dan memperkuat ketidakpastian.
Investor turut mencermati pernyataan Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda. Ia menekankan bank sentral perlu mempertimbangkan rendahnya tingkat suku bunga riil Jepang dalam merumuskan arah kebijakan moneter.
Di pasar saham, tekanan terlihat sejak pembukaan. Indeks ASX 200 Australia turun 0,28% pada awal perdagangan, lalu melanjutkan pelemahan 0,37% ke posisi 8.921,50 pada pukul 08.20 WIB.
Di Korea Selatan, indeks Kospi melemah 0,43% dan Kosdaq turun 0,35%. Tekanan berlanjut dengan Kospi turun 0,45% ke level 6.197,98.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 merosot 0,81% ke 59.036,11 setelah sebelumnya dibuka turun 0,7%. Indeks Topix terkoreksi 0,62%. Perdagangan diwarnai aksi ambil untung, terutama setelah reli yang membawa indeks menyentuh rekor tertinggi pada Kamis.
Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng berada di level 26.229, lebih rendah dibandingkan penutupan terakhir di 26.394,26, mengindikasikan potensi pembukaan yang masih tertekan.