BERITA TERKINI
Bursa Australia Melemah, Ketidakpastian Negosiasi AS–Iran dan Saham Bank Tekan Pasar

Bursa Australia Melemah, Ketidakpastian Negosiasi AS–Iran dan Saham Bank Tekan Pasar

Bursa saham Australia melemah pada perdagangan Jumat (17/4/2026), terseret penurunan saham perbankan dan tambang di tengah ketidakpastian yang masih tinggi terkait negosiasi damai Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Indeks S&P/ASX 200 turun 0,5% ke level 8.914,30 poin pada awal perdagangan, setelah pada sesi sebelumnya juga melemah 0,3%.

Secara mingguan, indeks ini mengarah pada penurunan 0,5%, yang menjadi kinerja terburuk dalam empat pekan terakhir.

Sentimen pasar dibayangi keraguan bahwa perundingan damai AS–Iran dapat meredakan gangguan pasokan energi, terutama terkait risiko di Selat Hormuz. Meski ada optimisme terbatas setelah gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon, harga minyak tetap menguat karena pelaku pasar menilai ketidakpastian pasokan belum sepenuhnya mereda.

Di dalam negeri, kekhawatiran pasokan energi turut meningkat setelah kebakaran di kilang milik Viva Energy memangkas produksi bensin Australia menjadi sekitar 60%.

Dari sisi sektoral, sektor keuangan menjadi penekan terbesar setelah turun 0,8%. Saham empat bank besar Australia tercatat turun 0,4% hingga 1% dan berpotensi mencatat pekan terburuk sejak konflik Timur Tengah mulai memanas pada akhir Februari.

Sektor tambang juga melemah 0,2% meski harga komoditas relatif stabil. Saham BHP dan Rio Tinto masing-masing turun sekitar 0,2%.

Sementara itu, saham emas terkoreksi 1,2% dan sektor konsumsi diskresioner turun 1,5%. Di sisi lain, sektor energi menguat tipis 0,2% seiring kenaikan harga minyak mentah global. Saham Santos dan Woodside Energy masing-masing naik lebih dari 0,4%.

Sejumlah saham bergerak signifikan. Insurance Australia Group turun hingga 1,6% setelah regulator memperpanjang penyelidikan atas rencana akuisisi RAC Insurance. Sebaliknya, Paladin Energy melonjak hingga 6,7% setelah menaikkan proyeksi produksi tambang uranium Langer Heinrich. Amplitude Energy juga menguat hingga 6,7% setelah menandatangani kesepakatan pasokan gas dengan AGL Energy.

Di Selandia Baru, indeks S&P/NZX 50 berbalik melemah 0,2% ke level 13.039,86 poin setelah sempat menguat pada awal sesi.