BERITA TERKINI
COINX, Tokenized Stock yang Melacak Harga Saham Coinbase di Blockchain

COINX, Tokenized Stock yang Melacak Harga Saham Coinbase di Blockchain

Alternatif baru untuk mengakses pergerakan saham kini muncul lewat ekosistem kripto, salah satunya melalui instrumen tokenized stock. Jika sebelumnya investor yang ingin membeli saham teknologi seperti Coinbase harus menggunakan broker dan mengikuti jam perdagangan bursa, tokenized stock memungkinkan eksposur harga saham melalui platform kripto dan diperdagangkan secara on-chain.

Salah satu contoh tokenized stock tersebut adalah COINX, token yang merepresentasikan saham Coinbase (COIN) dalam bentuk aset digital berbasis blockchain. Instrumen ini kerap dikategorikan sebagai Real World Asset (RWA) karena nilainya mengikuti aset nyata, yakni saham Coinbase. Meski demikian, COINX bukan saham langsung dan tidak memberikan hak-hak yang biasanya dimiliki pemegang saham.

Apa itu COINX

COINX adalah tokenized stock dari Coinbase, yaitu aset digital yang dirancang untuk merepresentasikan pergerakan harga saham Coinbase. Berbeda dari saham pada umumnya, kepemilikan COINX tidak identik dengan memiliki bagian perusahaan. Di sisi lain, COINX juga tidak berperilaku seperti aset kripto biasa karena nilainya ditautkan pada pergerakan saham yang mendasarinya.

Bagaimana COINX bekerja

Secara umum, COINX bekerja sebagai token di blockchain yang dirancang mengikuti harga saham Coinbase. Token ini dapat dibeli melalui platform kripto tanpa perlu membuka akun broker saham. COINX tersedia dalam format SPL (Solana) dan ERC-20 (Ethereum), sehingga dapat diperdagangkan layaknya aset kripto lain dan secara teknis memungkinkan perdagangan hampir 24 jam.

Model yang dijelaskan untuk COINX menyebutkan adanya dukungan aset (backing) 1:1, yakni setiap token didukung oleh saham asli Coinbase yang disimpan pada kustodian yang diatur. Skema tersebut ditujukan agar nilai token tetap terhubung dengan aset dunia nyata.

Dalam fungsinya, COINX bertindak sebagai instrumen yang melacak harga saham Coinbase, mirip derivatif. Keuntungan atau kerugian pengguna terutama berasal dari perubahan harga saham acuan, bukan dari utilitas token itu sendiri.

Perbedaan COINX dan saham Coinbase (COIN)

Meski sama-sama terkait Coinbase, COINX dan saham COIN memiliki perbedaan mendasar. Pertama, dari sisi kepemilikan: membeli saham COIN berarti memiliki sebagian kecil perusahaan, sedangkan COINX hanya memberi eksposur terhadap pergerakan harga tanpa kepemilikan langsung.

Kedua, dari sisi hak investor: pemegang saham COIN berpotensi memperoleh hak seperti dividen dan voting dalam keputusan perusahaan. COINX tidak memberikan hak tersebut karena berfungsi sebagai pelacak harga.

Ketiga, aspek regulasi: saham COIN diperdagangkan di bursa saham dan tunduk pada aturan pasar modal. Sementara COINX berada di ekosistem kripto, dengan pengembangan yang disebut mempertimbangkan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

Keempat, jam perdagangan: saham COIN mengikuti jam bursa, sedangkan COINX dapat diperdagangkan hampir sepanjang waktu secara teknis, meski tingkat likuiditas dapat bervariasi.

Kelebihan yang ditawarkan COINX

COINX diposisikan sebagai cara praktis untuk mendapatkan eksposur terhadap saham Coinbase tanpa perlu menggunakan broker saham. Karena berjalan di atas blockchain, instrumen ini menawarkan fleksibilitas waktu perdagangan yang lebih luas.

COINX juga memungkinkan kepemilikan dalam jumlah kecil, sehingga pengguna tetap dapat memperoleh eksposur tanpa harus membeli satu lembar saham penuh. Selain itu, karena berbentuk aset on-chain, COINX berpotensi terhubung dengan ekosistem DeFi, misalnya digunakan sebagai jaminan pada layanan tertentu, tergantung dukungan platform.

Risiko dan hal yang perlu diperhatikan

Di balik fleksibilitasnya, COINX memiliki sejumlah risiko. Pertama, risiko kustodian: COINX bergantung pada penerbit dan kustodian yang menyimpan saham asli sebagai jaminan, sehingga ada risiko tambahan jika terjadi masalah pada pihak pengelola.

Kedua, faktor regulasi: aturan terkait tokenized stock belum seragam di berbagai negara, yang dapat memengaruhi akses, legalitas, hingga perlindungan bagi investor.

Ketiga, potensi tracking error: meski dirancang mengikuti harga saham Coinbase, harga COINX tidak selalu identik karena diperdagangkan di pasar kripto dengan mekanisme berbeda.

Keempat, tidak adanya hak saham: kepemilikan COINX tidak memberikan hak voting atau dividen, kecuali terdapat mekanisme khusus dari penerbit.

COINX dalam tren Real World Asset (RWA)

COINX menjadi contoh penerapan konsep RWA, yakni menghubungkan aset kripto dengan aset dunia nyata. Dalam konteks ini, COINX dipandang sebagai jembatan antara pasar saham dan kripto karena memungkinkan akses ke pergerakan harga saham tanpa masuk ke sistem broker tradisional.

Instrumen semacam ini juga mencerminkan upaya integrasi antara keuangan tradisional (TradFi) dan blockchain, dengan menghadirkan aset saham dalam bentuk token yang dapat diperdagangkan secara on-chain. Kehadirannya turut menunjukkan arah investasi yang mengarah pada tokenisasi aset nyata agar lebih mudah diakses dan diintegrasikan ke ekosistem digital.

Siapa yang cocok menggunakan COINX

COINX dinilai lebih relevan bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan ekosistem kripto, termasuk investor kripto yang ingin mendapatkan eksposur ke saham tanpa keluar dari platform yang biasa digunakan. Bagi pengguna DeFi, COINX dapat menjadi aset on-chain yang berpotensi dimanfaatkan dalam strategi tertentu, misalnya sebagai jaminan pinjaman, bergantung pada dukungan layanan.

Trader yang mengutamakan fleksibilitas waktu juga dapat mempertimbangkan COINX karena perdagangan dapat berlangsung hampir sepanjang waktu. Namun, instrumen ini bukan pilihan utama bagi investor saham konvensional yang mengincar kepemilikan langsung, dividen, atau hak voting, mengingat COINX pada dasarnya berfungsi sebagai pelacak harga, bukan representasi kepemilikan perusahaan.

Kesimpulan

COINX menggambarkan cara baru membawa eksposur saham Coinbase ke format blockchain melalui tokenized stock. Instrumen ini bukan saham dalam arti kepemilikan langsung, melainkan representasi pergerakan harga dalam bentuk token. Perbedaan tersebut berdampak pada hak investor, struktur regulasi, serta mekanisme perdagangan. Di satu sisi, COINX membuka alternatif akses bagi pengguna kripto; di sisi lain, terdapat batasan dan risiko seperti ketergantungan pada kustodian, potensi selisih harga, serta tidak adanya hak pemegang saham.