Dollar Amerika Serikat (AS) menjadi mata uang yang paling banyak diperdagangkan di dunia. Namun, dominasi tersebut tidak otomatis menjadikan dollar sebagai mata uang terkuat dari sisi nilai.
Di saat pergerakan kurs global masih bergejolak, nilai tukar rupiah kembali tertekan. Pada Jumat (17/4/2026), rupiah melemah dan sempat menyentuh level terendah sepanjang sejarah. Rupiah sempat berada di posisi Rp 17.192 per dollar AS, sehingga memperpanjang pelemahan sepanjang tahun 2026 menjadi sekitar 3%.
Meski demikian, tekanan terhadap rupiah disebut bukan fenomena yang berdiri sendiri. Dinamika ekonomi global ikut menguji ketahanan berbagai mata uang, memicu pergeseran posisi nilai tukar di tingkat internasional. Sejumlah mata uang mengalami tekanan berat akibat kombinasi faktor, mulai dari kebijakan moneter global, gejolak geopolitik, hingga arus modal internasional.
Daftar berikut merangkum 10 mata uang dengan nilai terendah terhadap dollar AS pada 2026, sebagaimana dikutip dari Forbes (7/4/2026).
1. Rial Iran (IRR)
Rial Iran disebut sebagai mata uang terlemah. Satu rial bernilai sekitar 0,000001 dollar AS, sehingga 1 dollar setara sekitar 1,3 juta rial. Tekanan pada mata uang ini terjadi meski Iran merupakan salah satu pengekspor minyak dan gas terbesar, dengan faktor pendorong antara lain sanksi ekonomi serta konflik geopolitik, termasuk ketegangan dengan Israel dan AS.
2. Pound Lebanon (LBP)
Satu pound Lebanon bernilai sekitar 0,000011 dollar AS, atau 1 dollar setara lebih dari 89.000 pound. Nilai tukar ini tertekan oleh krisis ekonomi berkepanjangan, inflasi tinggi, krisis perbankan, dan ketidakstabilan politik.
3. Dong Vietnam (VND)
Satu dong Vietnam bernilai sekitar 0,000038 dollar AS, sehingga 1 dollar setara lebih dari 26.000 dong. Tekanan disebut terkait perlambatan ekspor serta dampak kebijakan suku bunga tinggi di AS yang memengaruhi arus modal global.
4. Kip Laos (LAK)
Satu kip Laos setara sekitar 0,000045 dollar AS. Artinya, 1 dollar setara lebih dari 22.000 kip. Pelemahan dipicu oleh meningkatnya utang luar negeri, inflasi tinggi, serta pertumbuhan ekonomi yang melambat.
5. Rupiah Indonesia (IDR)
Rupiah menempati posisi kelima dengan nilai sekitar 0,000059 dollar AS per unit, atau 1 dollar setara lebih dari 17.000 rupiah. Meski Indonesia memiliki ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan kaya sumber daya alam, rupiah tetap tertekan akibat inflasi, arus modal keluar, serta kekhawatiran perlambatan ekonomi global.
6. Som Uzbekistan (UZS)
Satu som Uzbekistan bernilai sekitar 0,000082 dollar AS, sehingga 1 dollar setara lebih dari 12.000 som. Negara ini disebut telah melakukan reformasi ekonomi, namun masih menghadapi tantangan seperti inflasi tinggi, pengangguran, dan korupsi.
7. Franc Guinea (GNF)
Satu franc Guinea bernilai sekitar 0,000114 dollar AS. Meski kaya sumber daya alam, mata uang ini tetap rendah akibat tekanan inflasi, instabilitas politik, dan masalah keamanan.
8. Franc Burundi (BIF)
Satu franc Burundi bernilai sekitar 0,000336 dollar AS, sehingga 1 dollar setara 2.972,40 franc Burundi. Ekonomi Burundi sangat bergantung pada ekspor kopi dan teh, namun keterbatasan ekonomi serta faktor struktural membuat mata uangnya tetap lemah.
9. Ariary Madagaskar (MGA)
Ariary Madagaskar diperkenalkan pada 1961 dan secara resmi menggantikan franc pada 2005. Saat ini, satu ariary bernilai sekitar 0,000239 dollar AS. Perekonomian Madagaskar bergantung pada sektor pertanian dan ekspor komoditas seperti vanili dan nikel, namun tetap rentan terhadap gejolak eksternal.
10. Guarani Paraguay (PYG)
Guarani Paraguay diperkenalkan pada 1952. Nilainya sekitar 0,000154 dollar AS, sehingga 1 dollar setara 6.485,51 guarani. Tekanan terhadap mata uang ini dikaitkan dengan inflasi, isu korupsi, serta peredaran uang palsu, meski Paraguay merupakan produsen utama komoditas seperti kedelai dan daging sapi.
Melalui daftar tersebut, tekanan nilai tukar terlihat terjadi di banyak negara, tidak hanya Indonesia. Faktor global seperti suku bunga tinggi, konflik geopolitik, dan ketidakpastian ekonomi disebut menjadi penentu utama pergerakan mata uang di berbagai kawasan.