BERITA TERKINI
Daftar Saham Terkait TP Rachmat dan Kinerja Terbarunya di Bursa

Daftar Saham Terkait TP Rachmat dan Kinerja Terbarunya di Bursa

Nama Theodore Permadi Rachmat atau TP Rachmat kerap menjadi perhatian pelaku pasar modal. Investor ritel tidak jarang mencermati emiten-emiten yang dikaitkan dengan tokoh bisnis besar, termasuk TP Rachmat yang membangun Triputra Group dan memiliki jejak panjang di industri Indonesia.

TP Rachmat dikenal sebagai salah satu pengusaha berpengaruh. Ia menghabiskan puluhan tahun berkarier di Grup Astra dan sempat menjabat sebagai CEO PT Astra International Tbk (ASII). Pada 1998, ia mendirikan Triputra Group yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari agribisnis, manufaktur, logistik, hingga energi. Ia juga disebut konsisten masuk daftar orang terkaya di Indonesia menurut data Forbes, dengan kekayaan mencapai puluhan triliun rupiah.

Berikut sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang lekat dengan TP Rachmat, beserta ringkasan kinerja terbaru dan pergerakan sahamnya berdasarkan data yang tersedia.

1. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)
TAPG merupakan salah satu emiten Triputra di sektor agribisnis. Sepanjang 2025, TAPG membukukan pendapatan Rp11,40 triliun dan laba bersih Rp3,70 triliun, naik 18,65% secara tahunan. Pada 15 April 2026, saham TAPG berada di Rp1.830, dengan rentang 52 minggu Rp865–Rp1.995 dan kenaikan setahun sekitar 109,44%. Rata-rata target 12 bulan menurut analis berada di Rp2.127 per saham.

2. PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)
DSNG berasal dari lini agribisnis Triputra dan bergerak di sawit serta kayu. Pada 2025, laba bersih DSNG naik 60,2% menjadi sekitar Rp1,8 triliun, dengan pendapatan Rp12,3 triliun. Per 15 April 2026, saham DSNG diperdagangkan di Rp1.700, dengan rentang 52 minggu Rp695–Rp2.050.

3. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA)
DRMA merupakan emiten manufaktur dalam ekosistem grup TP Rachmat. Sepanjang 2025, penjualan DRMA naik 9,20% menjadi Rp4,39 triliun, sementara laba bersih tumbuh 1,69% menjadi Rp428,11 miliar. Pada 15 April 2026, saham DRMA berada di Rp1.000, dengan rentang 52 minggu Rp905–Rp1.200. Rata-rata target harga 12 bulan analis tercatat Rp1.342.

4. PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA)
ASSA bergerak di bisnis sewa kendaraan, logistik, dan layanan transportasi. Sepanjang 2025, laba bersih ASSA melonjak 71,38% menjadi Rp417,74 miliar, sedangkan pendapatan naik 20,8% menjadi Rp5,98 triliun. Di bursa, saham ASSA berada di Rp900 pada 15 April 2026, dengan rentang 52 minggu Rp492–Rp1.315. Rata-rata target 12 bulan yang dilihat pasar berada di Rp1.703 per saham.

5. PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC)
ASLC dikenal melalui bisnis mobil bekas dan ekosistem otomotif. Sepanjang 2025, pendapatan ASLC menembus Rp1 triliun, tumbuh 14,5% secara tahunan. Perusahaan menyatakan optimistis melanjutkan ekspansi pada 2026 melalui Caroline.id serta JBA. Pada 15 April 2026, harga saham ASLC berada di Rp82, dengan rentang 52 minggu Rp62–Rp136. Rata-rata target harga analis berada di Rp130 per saham.

6. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO)
ADRO turut menjadi sorotan karena TP Rachmat disebut menambah kepemilikan. Berdasarkan data KSEI per 31 Maret 2026, ia membeli sekitar 77,2 juta saham ADRO dan meningkatkan porsi kepemilikan menjadi 3,03%. Di pasar, ADRO sempat diperdagangkan di Rp2.520 dan dalam setahun terakhir mencatat kenaikan sekitar 40%. Riset terbaru menilai kinerjanya berpotensi pulih pada 2026.

Deretan data di atas menunjukkan sejumlah emiten yang dikaitkan dengan TP Rachmat memiliki kinerja yang bervariasi, baik dari sisi pertumbuhan laba maupun pergerakan harga saham. Namun, pergerakan saham dapat berubah mengikuti dinamika pasar dan kinerja perusahaan dari waktu ke waktu.