Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Serang menyiapkan program pelatihan kerja bagi penyandang tunanetra. Namun, pelatihan tersebut belum dapat dimulai karena masih menunggu kebutuhan tenaga kerja dari dunia usaha agar peserta memiliki peluang kerja setelah menyelesaikan pelatihan.
Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnakertrans Kota Serang, Nafis Hani, mengatakan program pelatihan harus disusun berdasarkan kebutuhan perusahaan atau pelaku usaha yang siap menerima tenaga kerja. Dengan begitu, penyaluran kerja dapat dilakukan setelah pelatihan berakhir.
“Untuk saat ini program pelatihan harus berdasarkan kebutuhan perusahaan atau pihak yang akan menggunakan hasil pelatihan tersebut. Jadi setelah pelatihan selesai, peserta bisa langsung disalurkan bekerja,” kata Nafis, Jumat, 17 April 2026.
Menurut Nafis, usulan pelatihan yang disampaikan komunitas tunanetra di Kota Serang saat ini mengarah pada bidang barista. Ia menilai bidang tersebut memungkinkan, mengingat di sejumlah daerah sudah ada penyandang disabilitas yang bekerja di kedai kopi.
“Teman-teman dari forum tunanetra mintanya pelatihan barista. Ini memungkinkan, tetapi kami harus komunikasi dulu dengan pemilik coffee shop, hotel, atau pelaku usaha lainnya,” ujarnya.
Nafis menjelaskan pelatihan belum bisa dijalankan sebelum ada kepastian kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan. Dalam mekanisme yang berlaku, pelatihan dapat dilaksanakan apabila ada permintaan tenaga kerja dengan kompetensi tertentu.
“Misalnya perusahaan membutuhkan 10 orang dengan kemampuan tertentu, baru pelatihan bisa diajukan. Jadi penempatannya jelas,” ucapnya.
Ia menambahkan, sedikitnya dibutuhkan 16 peserta untuk membuka satu angkatan pelatihan. Sementara itu, jumlah anggota komunitas tunanetra di Kota Serang dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan peserta tersebut.
Ke depan, Disnakertrans Kota Serang berencana membahas peluang penyerapan tenaga kerja bagi penyandang disabilitas melalui forum HRD perusahaan se-Kota Serang. Langkah itu diharapkan dapat memastikan pelatihan yang dibuka benar-benar berujung pada penempatan kerja.
Nafis juga menyebut seluruh pelatihan saat ini masih mengandalkan kerja sama dengan pihak luar, karena pada tahun ini belum tersedia anggaran pelatihan dalam APBD Kota Serang.
“Karena anggaran pelatihan belum ada, kami mengupayakan kerja sama dengan berbagai pihak agar masyarakat tetap mendapat akses pelatihan kerja,” katanya.