Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Banjarnegara menggelar pelatihan penyusunan laporan keuangan bagi bendahara Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kegiatan ini digelar di Gedung PLUT Banjarnegara sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola koperasi desa.
Pelatihan diikuti 135 peserta yang dibagi ke dalam tiga batch, masing-masing 45 orang. Kegiatan berlangsung pada 13–21 April 2026 dengan peserta berasal dari berbagai desa di Banjarnegara.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi sekaligus praktik penyusunan laporan keuangan, mulai dari pencatatan sederhana hingga penyusunan laporan yang lebih aplikatif. Kepala Disperindagkop UKM Banjarnegara, Adi Cahyono Purwo Saputro, menekankan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan koperasi, terutama pada aspek keuangan yang harus tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Penguatan kapasitas bendahara dinilai semakin mendesak seiring cepatnya pembentukan Koperasi Merah Putih di Banjarnegara. Saat ini tercatat 272 Koperasi Desa Merah Putih telah terbentuk di wilayah tersebut. Banyaknya koperasi yang berdiri disebut menunjukkan antusiasme desa dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis koperasi, sekaligus menegaskan kebutuhan akan pengelolaan keuangan yang semakin baik.
Adi juga mendorong para peserta untuk optimistis karena koperasi desa dinilai memiliki pangsa pasar besar apabila dikelola dengan baik dan dekat dengan masyarakat.
Selain itu, narasumber Sri Wijayanti Natalia Ningrum menekankan pentingnya pemahaman dasar akuntansi bagi bendahara. Menurutnya, bendahara tidak hanya perlu mampu mencatat transaksi, tetapi juga menganalisis kondisi keuangan koperasi sebagai dasar pengambilan keputusan. Kemampuan tersebut dinilai penting agar pengelolaan koperasi tidak rentan terhadap kesalahan maupun penyalahgunaan dana.
Salah satu peserta, Anggit dari Desa Panggisari, menyampaikan pelatihan ini membantu meningkatkan pemahaman dalam menyusun laporan keuangan yang benar. Disperindagkop UKM Banjarnegara berharap pelatihan tersebut dapat mendorong pengelolaan koperasi yang lebih profesional, sehingga Koperasi Merah Putih dapat berperan sebagai penggerak ekonomi desa.