Delegasi Republik Indonesia yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menggelar pertemuan bilateral dengan jajaran Wakil Presiden World Bank Group di Kantor Pusat Bank Dunia, Washington DC. Pertemuan ini berlangsung dalam rangkaian Spring Meetings 2026 dan membahas arah serta prioritas ekonomi Indonesia, sekaligus memperkuat kerja sama dengan Bank Dunia, International Finance Corporation (IFC), dan Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA).
Dalam pertemuan tersebut hadir Wakil Presiden World Bank Group Felipe untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik, Wakil Presiden IFC Sarvesh untuk Regional Asia Pasifik, serta Wakil Presiden MIGA Junaid yang membawahi operasi. Dari pihak Indonesia, turut hadir pimpinan Komisi XI DPR RI, pimpinan Badan Anggaran DPR RI, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, jajaran Direktorat Jenderal Kementerian Keuangan, serta pejabat Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Sari Yuliati, yang juga menjabat Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan, menilai Spring Meetings sebagai forum utama untuk dialog kebijakan ekonomi global. Dalam pernyataannya di Jakarta, Jumat (17/4/2026), ia menyampaikan apresiasi atas kemitraan dengan World Bank Group, termasuk dukungan dari IFC dan MIGA.
Menurut DPR, dukungan terpadu yang mencakup pembiayaan negara, investasi sektor swasta, dan mitigasi risiko dinilai berperan dalam membantu Indonesia menghadapi ketidakpastian global. Dukungan tersebut juga disebut memperkuat stabilitas makroekonomi dan mendorong reformasi struktural, dengan World Bank Group dipandang sebagai mitra pengetahuan dalam memberikan panduan kebijakan dan keahlian internasional.
Di sisi lain, delegasi Indonesia menyoroti tantangan global yang dinilai semakin kompleks. Perlambatan pertumbuhan di negara-negara besar, ketegangan geopolitik, serta perpecahan geo-ekonomi disebut memengaruhi perdagangan, investasi, dan rantai pasok. Selain itu, isu ketahanan energi dan pangan, perubahan iklim, serta ketidakpastian perdagangan internasional turut memperberat lanskap kebijakan dunia.
Meski menghadapi situasi tersebut, Sari menyatakan Indonesia tetap mampu menjaga disiplin fiskal dengan mempertahankan defisit di bawah 3 persen dari produk domestik bruto (PDB) sesuai aturan fiskal. Dalam pertemuan itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga memaparkan keterlibatan Indonesia dengan World Bank Group, termasuk kerja sama di bidang iklim, penciptaan lapangan kerja, reformasi kebijakan, serta proyek-proyek pembangunan.