Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan bahwa emiten dengan kinerja harga saham terburuk (top loser) sepanjang kuartal I 2026 adalah FILM. Dalam periode tersebut, harga saham FILM tercatat merosot 78,83%.
Data ini menempatkan FILM sebagai penurun terbesar di antara emiten lain pada kuartal pertama 2026, berdasarkan laporan BEI.