BERITA TERKINI
Fintech Hub Diluncurkan, VIFC-HCMC Perkuat Ekosistem Pusat Keuangan Internasional

Fintech Hub Diluncurkan, VIFC-HCMC Perkuat Ekosistem Pusat Keuangan Internasional

Wakil Ketua Pusat Keuangan Internasional Vietnam di Kota Ho Chi Minh (VIFC-HCMC), Profesor Madya Dr. Nguyen Huu Huan, menyatakan peluncuran Fintech Hub menjadi komponen inti dalam pengembangan VIFC-HCMC. Inisiatif ini disebut sebagai salah satu dari empat pilar strategis untuk membentuk ekosistem teknologi keuangan yang lebih lengkap dan mendukung pertumbuhan pusat keuangan internasional.

Nguyen Huu Huan menjelaskan, strategi pengembangan VIFC-HCMC terkait erat dengan pendekatan “berdiri di atas pundak para raksasa”. Melalui kerja sama dengan pusat dan lembaga keuangan global terkemuka seperti Bursa Efek London (LSE) dan Nasdaq, VIFC-HCMC menargetkan akses yang lebih dalam ke pasar internasional. Menurutnya, kolaborasi tersebut membantu pemanfaatan teknologi dan pasar dari negara-negara maju dengan modal besar secara global, termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan kawasan Eropa.

Dalam rancangan ekosistem Fintech Hub, VIFC-HCMC menyiapkan struktur yang melibatkan sejumlah kelompok. Kelompok pertama adalah pengembangan infrastruktur yang mencakup perangkat keras, perangkat lunak, serta perusahaan besar yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur. Kelompok ini diarahkan untuk mengembangkan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan blockchain guna membangun platform, sekaligus menyediakan pusat data bagi perusahaan fintech.

Kelompok kedua adalah kelompok aplikasi yang terdiri dari perusahaan fintech global besar serta pelaku fintech domestik. Mereka diharapkan berkolaborasi dalam riset dan pengembangan produk-produk baru.

Nguyen Huu Huan juga menyebut keberadaan mekanisme sandbox atau pengujian terkontrol di pusat keuangan internasional. Melalui mekanisme ini, tim dapat menguji produk fintech baru sebelum diluncurkan ke pasar internasional.

Kelompok ketiga mencakup dana investasi dengan fokus menarik modal ventura untuk berinvestasi pada perusahaan fintech dan startup yang berada dalam ekosistem tersebut. Sementara itu, kelompok keempat adalah perusahaan rintisan yang ditargetkan untuk dibina hingga menjadi “unicorn” dan mampu berekspansi ke pasar global. Dalam prosesnya, startup akan didukung oleh tim infrastruktur, tim aplikasi, dan dukungan pendanaan.

Selain empat kelompok utama tersebut, ekosistem ini juga melibatkan penyedia layanan seperti akuntan, spesialis deklarasi pajak, dan konsultan. Nguyen Huu Huan menilai, integrasi berbagai unsur itu memungkinkan perusahaan fintech yang didirikan di pusat keuangan internasional memulai operasional dalam waktu sekitar satu minggu, dibandingkan enam bulan hingga satu tahun seperti sebelumnya.