Seluruh jajaran komisaris dan direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi DKI Jakarta dipertemukan dalam BUMD Leaders Forum yang diinisiasi Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) Provinsi DKI Jakarta bersama Bank Jakarta. Forum ini mengusung tema ‘Synergy for Resilience: Memperkokoh Peran BUMD Sebagai Pilar Ekonomi Dalam Ekosistem Jakarta Global City’.
Kepala BP BUMD DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi BUMD untuk menyamakan persepsi, khususnya dalam mendorong peningkatan peran BUMD sebagai pilar ekonomi pendukung Jakarta Kota Global. Ia menyebut forum ini merupakan kelanjutan dari pertemuan pada Desember 2025.
Menurut Syaefuloh, fokus utama forum diarahkan pada penguatan daya saing, kesehatan perusahaan, serta kapasitas pembiayaan pembangunan Jakarta. Selain menyelaraskan visi, forum juga membahas isu strategis, mulai dari sinergi pembiayaan melalui Bank Jakarta, sinergi penjaminan melalui Jamkrida Jakarta, hingga optimalisasi aset BUMD.
Dalam rangkaian BUMD Leaders 2026, terdapat tiga topik diskusi strategis. Topik pertama membahas akselerasi kinerja investasi dan kemandirian finansial melalui creative financing dan sinergi pembiayaan untuk Triwulan I 2026. Syaefuloh menyampaikan bahwa fasilitas kredit Bank Jakarta telah ditandatangani untuk tiga BUMD, yakni PT Bank Jakarta, PT Perumda Dharma Jaya, dan Food Station Tjipinang.
Topik kedua menyoroti optimalisasi kinerja investasi dan pengembangan bisnis melalui sinergi penjaminan proyek strategis. Pokok bahasannya antara lain penjaminan proyek BUMD oleh PT Jamkrida Jakarta serta optimalisasi penjaminan kredit Bank Jakarta melalui PT Jamkrida Jakarta.
Adapun topik ketiga menekankan peningkatan produktivitas aset strategis sebagai pendorong investasi dan sumber pendapatan baru. Beberapa rencana yang dibahas meliputi pengembangan properti seperti hotel, hunian mix-used, dan park and ride, serta pengembangan infrastruktur seperti pengolahan air limbah, distribusi, dan pengolahan pangan.
Menutup rangkaian kegiatan, dilakukan penandatanganan kesepakatan kredit antara PAM Jaya dan Bank Jakarta. Syaefuloh menyatakan optimistis konsolidasi yang kuat dan pembangunan budaya perusahaan yang profesional akan membantu BUMD Jakarta menghadapi berbagai tantangan.
Ia menambahkan, melalui komitmen dalam Collaboration Charter, BUMD diharapkan dapat bertransformasi menjadi institusi yang tangguh, profesional, dan berperan aktif sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi Jakarta yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pentingnya kolaborasi di tengah dinamika geopolitik global dan tekanan perubahan iklim, termasuk ancaman El Nino yang berdampak pada stabilitas ekonomi daerah. Ia berharap dalam satu tahun ke depan BUMD melakukan konsolidasi.
Pramono juga menyampaikan bahwa sejumlah BUMD Jakarta saat ini tidak lagi hanya menjadi pemain lokal, di antaranya Bank Jakarta, PAM Jaya, dan Dharma Jaya. Ia meyakini BUMD DKI Jakarta dapat memberikan banyak manfaat bagi Jakarta.