Jakarta — PT FWD Insurance Indonesia (FWD Insurance) bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) melanjutkan komitmen untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan pelajar melalui program JA SparktheDream yang memasuki tahun ketiga.
Program edukasi finansial berkelanjutan ini menargetkan 2.000 peserta dari siswa sekolah menengah pertama (SMP). Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance, Rudy F. Manik, mengatakan literasi keuangan merupakan keterampilan esensial yang perlu ditanamkan sejak dini.
Rudy berharap perluasan cakupan program dapat menjangkau lebih banyak siswa, membekali mereka dengan pemahaman yang lebih komprehensif, serta menumbuhkan budaya finansial yang sehat sejak sekolah. Ia juga menyebut adanya peningkatan antusiasme siswa sejak program digelar, termasuk capaian prestasi pada kompetisi tingkat Asia Pasifik.
Sejak pertama kali diluncurkan pada 2023, JA SparktheDream telah menjangkau lebih dari 3.700 siswa dengan dukungan ratusan sukarelawan. Pada tahun ini, program diperluas ke lebih banyak daerah, meliputi Jakarta, Tangerang Selatan, Depok, Bandung, Cimahi, Surabaya, Sidoarjo, serta wilayah baru seperti Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Semarang.
Pelaksanaan tahun ketiga ini juga dikaitkan dengan upaya mendorong peningkatan literasi keuangan di Indonesia, terutama di kalangan pelajar. Mengacu pada Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024 Otoritas Jasa Keuangan, indeks literasi dan inklusi keuangan pelajar masing-masing tercatat 56,42 persen dan 69 persen. Angka tersebut masih berada di bawah rata-rata indeks nasional, yakni 65,43 persen untuk literasi dan 75,02 persen untuk inklusi.
Ketua Dewan Pengurus Prestasi Junior Indonesia, Pribadi Setiyanto, mengatakan PJI terus berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan relevan bagi siswa. Ia berharap peserta tidak hanya memahami prinsip dasar keuangan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari serta mengembangkan solusi inovatif yang berdampak sosial.
Tahun ini, JA SparktheDream juga menambahkan materi baru mengenai pajak. Para siswa diperkenalkan pada konsep pajak dan perannya dalam membangun negara dan masyarakat. Selain itu, program menghadirkan aktivitas bootcamp untuk membekali peserta dalam mempersiapkan ide sosial yang akan dikompetisikan pada akhir program.
Pribadi menyatakan, melalui inovasi dan perluasan jangkauan, JA SparktheDream ditujukan untuk memberdayakan generasi muda agar memiliki pengetahuan dan keterampilan mengelola keuangan secara bijak serta berkontribusi bagi masyarakat.