BERITA TERKINI
Geopolitik Memanas dan Laporan Keuangan Kuartal I Jadi Ujian Wall Street Pekan Depan

Geopolitik Memanas dan Laporan Keuangan Kuartal I Jadi Ujian Wall Street Pekan Depan

Wall Street bersiap menghadapi pekan yang padat dengan agenda rilis laporan keuangan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat, di tengah meningkatnya kembali tensi geopolitik. Situasi memanas setelah militer Iran menyatakan Selat Hormuz kembali ditutup pada 18 April, hanya beberapa jam setelah sebelumnya dibuka.

Sebelumnya, harapan meredanya ketegangan antara AS dan Iran sempat memicu reli tajam di pasar saham bulan ini. Indeks acuan S&P 500 pada Rabu mencatat penutupan tertinggi sepanjang masa untuk pertama kalinya sejak 27 Januari. Pada hari yang sama, Nasdaq Composite juga membukukan penutupan tertinggi sepanjang masa pertama sejak 29 Oktober.

Rilis laporan keuangan kuartal pertama diperkirakan kuat dan menjadi salah satu penopang utama sentimen bullish di pasar saham. Hampir seperlima perusahaan dalam indeks S&P 500 dijadwalkan melaporkan kinerja mereka pada pekan mendatang.

Di sisi lain, harga minyak masih bertahan di level tinggi. Minyak mentah AS berada di sekitar USD85 per barel pada Jumat, naik dibandingkan USD67 pada akhir Februari, tepat sebelum serangan militer AS-Israel terhadap Iran.

Harga minyak yang tetap tinggi berpotensi memicu dampak lanjutan, termasuk meningkatnya inflasi dan naiknya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kondisi tersebut dapat menjadi tantangan bagi pasar saham.

Setelah perang dimulai, S&P 500 sempat turun 9% dari puncaknya pada Januari. Namun sejak mencapai titik terendah pada 30 Maret, indeks tersebut bangkit 12% dan menutup pekan ini di atas level 7.000 untuk pertama kalinya.

Jika menilik catatan historis koreksi S&P 500 sebesar 5–10% sejak 1928, Bespoke Investment Group menyebut indeks tersebut belum pernah kembali ke rekor tertinggi sepanjang masa hanya dalam 11 sesi perdagangan, seperti yang terjadi pada Rabu.

Saham teknologi berkapitalisasi besar dan saham terkait teknologi yang memimpin pasar selama tiga tahun bull market terakhir sempat terpukul pada fase penurunan awal. Namun, sebagian kembali menguat dalam reli terbaru, termasuk Alphabet dan Meta Platforms, sementara sektor teknologi secara keseluruhan juga mencatat kinerja yang unggul.