Fluktuasi harga hasil produksi dan keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi tantangan utama bagi petani dan nelayan di Kabupaten Tana Tidung. Kondisi tersebut mendorong perlunya penguatan literasi keuangan bagi masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian dan ekonomi pesisir.
Isu ini mengemuka dalam pelaksanaan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan Petani dan Nelayan (GN CKPN) 2026 yang digelar di Pendopo Djaparuddin, Selasa (14/4/2026). Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tana Tidung bersama Danantara Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia.
Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali mengatakan, peningkatan kapasitas pengelolaan keuangan menjadi bagian penting untuk menjaga ketahanan ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha yang bergantung pada siklus musim dan produksi.
Menurutnya, kemampuan mengelola keuangan yang tidak berjalan baik dapat membuat hasil usaha yang besar tidak berdampak maksimal terhadap kesejahteraan. Ia menjelaskan petani dan nelayan kerap berhadapan dengan situasi tidak menentu, mulai dari perubahan harga pasar, kebutuhan modal usaha, hingga pengelolaan biaya produksi yang perlu dilakukan secara terukur.
Melalui program GN CKPN, peserta didorong memahami perencanaan keuangan usaha, termasuk pemisahan kebutuhan rumah tangga dan modal produksi agar tidak tercampur dalam pengelolaan sehari-hari. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai penggunaan layanan keuangan formal, pengelolaan pendapatan musiman, serta strategi membangun cadangan keuangan untuk menghadapi kondisi sulit.
Ibrahim menekankan, pengelolaan keuangan yang baik akan menentukan daya tahan usaha, tidak hanya saat musim panen atau hasil tangkapan sedang bagus, tetapi juga ketika kondisi tidak menguntungkan.
Pemerintah daerah menegaskan akan memperkuat koordinasi dengan lembaga keuangan dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperluas akses pembiayaan serta edukasi keuangan hingga tingkat desa. Program ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat berbasis sektor pertanian dan perikanan di Tana Tidung.
“Tujuan akhirnya adalah kemandirian ekonomi masyarakat. Petani dan nelayan harus mampu mengelola hasil usahanya secara bijak agar kesejahteraan keluarga terus meningkat,” kata Ibrahim.