Analis komunikasi politik Hendri Satrio atau Hensa menyoroti penggunaan anggaran negara oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yang nilainya mencapai triliunan rupiah. Ia menyatakan ingin mengetahui hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap lembaga tersebut.
"Saya ingin tahu sekali, hasil audit BPK terhadap BGN. Uang triliunan digunakan untuk apa saja dan bagaimana penggunaannya," kata Hensa melalui akun X pribadinya, Sabtu (18/4).
Sebelumnya, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD juga menyoroti sejumlah pengadaan yang dilakukan BGN dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis. Beberapa yang disebut antara lain pengadaan motor listrik dengan anggaran Rp 1,2 triliun, pengadaan pakaian dan kaus kaki, serta program digitalisasi sebesar Rp 3,1 triliun.
Mahfud MD juga menyinggung sejumlah kasus yang muncul dalam program makan bergizi gratis, seperti keracunan, makanan yang dinilai tidak sesuai standar gizi, serta pemborosan. Ia menekankan pentingnya pertanggungjawaban dalam penyelenggaraan program tersebut.
"Kita hidup bernegara itu harus ada pertanggungjawaban. Kita belum tahu proses penyelesaian kasus-kasus yang muncul itu," ujarnya melalui kanal YouTube pribadinya.
Dalam beberapa waktu terakhir, perhatian publik turut tertuju pada sejumlah pengadaan yang dilakukan BGN, termasuk pengadaan motor listrik hingga penggunaan jasa penyelenggara acara atau event organizer (EO).