Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah dan ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 15 April 2026. Sepanjang sesi, IHSG bergerak fluktuatif meski sempat menguat saat pembukaan.
Berdasarkan data RTI, IHSG turun 52,364 poin atau 0,68% ke posisi 7.623,586. Pada awal perdagangan, IHSG sempat dibuka di level 7.750,896, dengan pergerakan harian berada pada rentang terendah 7.623 dan tertinggi 7.773.
Aktivitas perdagangan mencatat volume transaksi sebesar 51,438 miliar saham dengan nilai Rp22,610 triliun. Kapitalisasi pasar tercatat Rp13.606,995 triliun, dengan frekuensi transaksi mencapai 3.164.275 kali.
Dari sisi pergerakan saham, sebanyak 380 saham menguat, 292 saham melemah, dan 149 saham lainnya stagnan.
Sebelumnya, Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menilai IHSG berpotensi mencoba melanjutkan kenaikan ke area 7.750–7.800. Namun, ia mengingatkan investor untuk tetap berhati-hati karena adanya kerentanan koreksi minor. Ia memperkirakan support IHSG berada di kisaran 7.500–7.600, sementara resist berada di 7.750–7.800.
Pada perdagangan sehari sebelumnya, IHSG ditutup naik 2,34% dengan catatan net sell asing sebesar Rp48 miliar. Saham yang paling banyak dilepas investor asing adalah BRMS, BRPT, TPIA, IMPC, dan ANTM.
Sementara itu, pasar saham Amerika Serikat di Wall Street menguat pada Selasa, 14 April 2026. Penguatan didorong optimisme pasar bahwa kesepakatan antara AS dan Iran masih berpeluang tercapai. Indeks S&P 500 naik 1,18%, Dow Jones Industrial Average menguat 0,66%, dan Nasdaq Composite melonjak 1,96%.
Di kawasan Asia, bursa saham juga bergerak menguat pada Selasa, 14 April 2026. Nikkei 225 Jepang naik 2,43% dan Topix menguat 0,87%. Hang Seng Hong Kong bertambah 0,82%, Taiex Taiwan melesat 2,37%, dan CSI 300 China naik 1,19%. Kospi Korea Selatan menguat 2,74% dan ASX 200 Australia naik 0,50%, sementara FTSE Straits Times bertambah 0,47% dan FTSE Malay KLCI menguat 0,45%.