Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 1,10 persen ke level 7.760,47 pada pembukaan perdagangan Selasa (15/4) pukul 09.00 WIB. Penguatan terjadi dari posisi sebelumnya di 7.675,95.
Berdasarkan data RTI Business, nilai transaksi pada awal perdagangan mencapai Rp635,41 miliar. Sebanyak 1,06 miliar saham berpindah tangan dengan frekuensi transaksi sekitar 80 ribu kali.
Pergerakan pasar didominasi penguatan saham. Tercatat 391 saham naik, 67 saham turun, dan 204 saham stagnan.
Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih menilai secara teknikal IHSG masih melanjutkan tren positif setelah reli lima hari beruntun. Menurutnya, jika diakumulasi dari level terendah pada 6 April 2026, IHSG telah menguat 10,7 persen hingga penutupan 14 April 2026.
Pada perdagangan sebelumnya (14/4), IHSG ditutup naik 2,34 persen atau bertambah 175,76 poin ke level 7.675. Ratih memproyeksikan pergerakan IHSG pada 15 April 2026 bervariasi dalam rentang 7.500–7.700, dengan sentimen domestik antara lain dipengaruhi saham konglomerasi menjelang rilis laporan keuangan emiten.
Meski IHSG menguat, tekanan dari sisi aliran dana asing masih terlihat. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (outflow) di seluruh pasar ekuitas sebesar Rp30,76 miliar pada 14 April 2026. Pada saat yang sama, rupiah JISDOR berada di level Rp17.135 per dolar AS.
Dari luar negeri, sentimen global cenderung positif setelah bursa Wall Street ditutup menguat pada 14 April 2026. Indeks Nasdaq naik 1,96 persen dan S&P 500 menguat 1,18 persen.
Namun, harga minyak mentah Brent melemah 4,6 persen ke level USD94,8 per barel pada 14 April 2026 seiring harapan gencatan senjata. Badan Energi Internasional (IEA) juga melaporkan pasokan minyak global turun 10,1 juta barel per hari (bpd) menjadi 97 juta bpd pada Maret 2026, dipengaruhi serangan berkelanjutan terhadap infrastruktur energi di Timur Tengah serta pembatasan pergerakan kapal tanker melalui Selat Hormuz.