Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Selasa sore, sejalan dengan penguatan bursa saham di kawasan Asia. Penguatan pasar saham domestik didorong membaiknya sentimen global, terutama terkait ekspektasi pelaku pasar atas peluang tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
IHSG ditutup naik 175,76 poin atau 2,34% ke level 7.675,95. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut menguat 17,96 poin atau 2,41% ke posisi 764,32.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyebut penguatan IHSG terjadi saat bursa regional Asia juga menguat, ditopang sentimen yang membaik setelah muncul sinyal diplomatik baru antara AS dan Iran. Ia merujuk pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan Iran telah berupaya mencapai kesepakatan.
Dari pihak Iran, Presiden Pezeshkian mengisyaratkan kesediaan melanjutkan pembicaraan apabila sesuai dengan hukum internasional. Pernyataan itu muncul setelah perundingan pertama belum menghasilkan kesepakatan, yang diikuti pengumuman blokade Selat Hormuz oleh AS.
Sebelumnya, Trump menyampaikan bahwa Teheran telah menghubungi Washington tidak lama setelah AS memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pengiriman minyak Iran melalui Selat Hormuz.
Menurut Nico, harapan pasar terhadap kelanjutan pembicaraan dapat menekan harga minyak karena meningkatnya ekspektasi terjadinya kesepakatan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi meredakan tekanan inflasi dan mengurangi taruhan terhadap kebijakan agresif bank sentral utama.
Dari dalam negeri, sentimen turut ditopang data Bank Indonesia (BI) terkait penjualan ritel Februari 2026 yang tumbuh 6,5% secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan Januari 2026 yang tercatat 5,7% (yoy). Data ini dipandang mencerminkan aktivitas produksi dan konsumsi masyarakat yang tetap berjalan baik, sekaligus menunjukkan ketahanan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.
Sepanjang perdagangan, IHSG dibuka menguat dan bertahan di zona positif hingga penutupan sesi pertama. Pada sesi kedua, indeks juga tetap berada di area hijau hingga akhir perdagangan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor mencatat penguatan dengan sektor infrastruktur memimpin kenaikan sebesar 5,45%. Penguatan berikutnya terjadi pada sektor industri yang naik 4,45% dan sektor energi yang meningkat 3,73%. Sementara itu, satu sektor tercatat melemah, yakni sektor barang konsumen non primer yang turun 1,18%.
Saham-saham yang mencatat penguatan terbesar antara lain RICY, PURI, PPRE, DEFI, dan BAPA. Adapun saham dengan pelemahan terbesar meliputi MSIN, TRUK, DFAM, MMIX, dan LUCY.
Aktivitas perdagangan mencatat frekuensi 3.108.622 transaksi dengan volume 53,29 miliar saham dan nilai transaksi Rp24,80 triliun. Sebanyak 548 saham menguat, 151 saham melemah, dan 119 saham stagnan.
Di kawasan Asia, pergerakan indeks pada pagi hari menunjukkan indeks Nikkei menguat 1.377,23 poin atau 2,44% ke 57.880,00, indeks Shanghai naik 38,07 poin atau 0,95% ke 4.026,63, indeks Hang Seng melemah 211,47 poin atau 0,82% ke 25.872,32, sementara indeks Strait Times menguat 24,59 poin atau 0,49% ke 5.008,76.