Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis pada perdagangan Kamis, 16 April 2026. IHSG turun 2,20 poin atau 0,03 persen ke level 7.621.
Pelemahan terjadi setelah IHSG sempat menguat dalam beberapa hari sebelumnya. Tim Pilarmas Investindo Sekuritas menilai tekanan datang dari aksi ambil untung (profit taking) jangka pendek oleh pelaku pasar.
Secara sektoral, sektor transportation dan logistik tercatat menjadi yang paling menguat dengan kenaikan 3,36 persen sepanjang perdagangan. Sementara itu, sektor infrastruktur menjadi yang paling tertekan setelah melemah 0,60 persen.
Dari kawasan Asia, mayoritas bursa saham ditutup menguat. Sentimen positif muncul seiring peluang gencatan senjata di Timur Tengah. Tim Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut penguatan bursa Asia dipengaruhi kabar bahwa Israel tengah mempertimbangkan kemungkinan gencatan senjata di Lebanon, sementara Presiden AS Donald Trump menyatakan konflik yang lebih luas dengan Iran dapat segera berakhir.
Selain itu, data ekonomi Tiongkok turut memberi dukungan sentimen. Ekonomi China tumbuh 5 persen pada kuartal pertama, melampaui ekspektasi pasar. Pertumbuhan tersebut disebut didorong ekspor yang lebih kuat sehingga mampu mengimbangi permintaan domestik yang masih lemah.
Di dalam negeri, Indeks LQ45 juga bergerak melemah sepanjang hari. Meski demikian, sejumlah saham masih mencatatkan penguatan dan menopang pergerakan indeks, di antaranya EMTK, SMGR, ANTM, SCMA, dan INDF. Adapun tekanan datang dari saham BRPT, AKRA, ITMG, DSSA, dan CTRA.
Untuk saham dengan kenaikan tertinggi, tercatat DEFI, KRYA, LABA, AYLS, dan AGRO. Sementara saham yang mengalami penurunan terbesar di antaranya PSDN, SDMU, SMIL, IFSH, dan ROTI.
Secara keseluruhan, pergerakan IHSG dinilai masih cenderung terbatas, dipengaruhi kombinasi sentimen global dan aksi profit taking di pasar domestik.