JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa, 14 April 2026, ditutup menguat 2,34% ke level 7.675,95 dari posisi 7.500,18. Penguatan terjadi di tengah dominasi saham yang naik serta ditopang aktivitas transaksi yang besar.
Berdasarkan data RTI Business, tercatat 548 saham menguat, 151 saham melemah, dan 119 saham tidak berubah. Volume perdagangan mencapai 53,04 miliar saham dengan frekuensi 3,10 juta kali transaksi, sementara nilai transaksi tercatat sebesar Rp24,76 triliun.
Sejalan dengan penguatan IHSG, seluruh indeks utama di dalam negeri juga bergerak naik. Indeks LQ45 menguat 2,41% ke 764,32, IDX30 naik 1,77% menjadi 406,11, Sri-Kehati meningkat 1,63% ke 351,52, dan Jakarta Islamic Index (JII) bertambah 1,71% ke 531,07.
Dari sisi sektoral, mayoritas sektor ditutup di zona hijau dengan penguatan terbesar datang dari sektor infrastruktur yang melonjak 5,62% dan sektor industrial yang naik 4,47%. Sektor energi menguat 3,68%, diikuti sektor bahan baku yang naik 3,55% serta sektor transportasi yang meningkat 3,20%.
Sektor lainnya juga mencatat kenaikan, yakni sektor properti yang menguat 1,88%, sektor non-siklikal naik 1,50%, sektor keuangan bertambah 1,12%, dan sektor kesehatan naik 0,24%.
Di sisi lain, hanya dua sektor yang melemah, yaitu sektor siklikal yang turun 0,95% dan sektor teknologi yang terkoreksi 0,37%.
Untuk pergerakan saham, sejumlah emiten yang masuk daftar top gainers antara lain PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA), PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Sementara itu, saham yang termasuk top losers di antaranya PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), PT Bank Mega Tbk (MEGA), dan PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK).
Adapun tiga saham yang paling sering diperdagangkan pada sesi ini adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).