Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis pagi. Pada pukul 09.00 WIB (17/4), IHSG naik 0,29% ke level 7.643,19 dari posisi sebelumnya 7.621,38.
Berdasarkan data RTI Business, pada awal perdagangan tercatat 744,27 juta saham berpindah tangan dengan frekuensi transaksi sekitar 70 ribu kali. Nilai transaksi mencapai Rp306,47 miliar. Dari pergerakan saham, 294 saham menguat, 97 saham melemah, dan 249 saham tidak berubah.
Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih memperkirakan pergerakan IHSG hari ini cenderung variatif dalam rentang 7.500–7.700. Ia mencatat, pada perdagangan sebelumnya (16/4) IHSG ditutup melemah tipis 0,03% atau turun 2,20 poin ke level 7.621.
Menurut Ratih, sentimen dari dalam negeri turut memengaruhi pergerakan pasar, termasuk koreksi IHSG setelah rebound lima hari beruntun. Selain itu, investor asing mencatat outflow di seluruh pasar ekuitas sebesar Rp1,16 triliun (15/4), sejalan dengan depresiasi rupiah.
Tekanan juga datang dari pergerakan kurs, setelah JISDOR menembus Rp17.141 per dolar AS dan disebut menjadi posisi terlemah sepanjang masa. Pada saat yang sama, indeks dolar AS (DXY) dilaporkan menurun setelah de-eskalasi konflik di Timur Tengah.
Dari eksternal, bursa Wall Street menguat terbatas di tengah musim rilis laporan keuangan, dengan pasar merespons adanya outlook yang dinilai negatif ke depan. Proyeksi kinerja yang berada di bawah ekspektasi pasar, kabar keluarnya co-founder Reed Hastings, serta tidak berlanjutnya peluang akuisisi Warner Bros disebut menjadi sentimen negatif.
Di sisi geopolitik, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon yang dimediasi AS (16/4). Meski demikian, harga minyak mentah Brent masih berada di level USD98,6 per barel (17/4).