Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada sesi I perdagangan Rabu, 15 April 2026, meski pergerakannya tidak merata antar sektor. Di tengah upaya pasar menyeimbangkan sentimen global dan tekanan domestik, IHSG tetap bertahan di zona hijau.
Hingga akhir sesi I, IHSG naik 33 poin atau 0,44 persen ke level 7.709. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp13,63 triliun dengan volume 331,3 juta lot saham.
Penguatan indeks pada sesi ini terutama ditopang saham-saham berbasis komoditas dan industri. Sebaliknya, sektor keuangan bergerak melemah, menunjukkan adanya rotasi sektor yang cukup spesifik dan membuat kenaikan IHSG tidak bersifat menyeluruh.
Di kelompok saham LQ45, sejumlah emiten menjadi motor penguatan, antara lain AADI, MDKA, INCO, INKP, NCKL, ADRO, dan ADMR. Mayoritas berasal dari sektor sumber daya dan industri yang sensitif terhadap perubahan harga komoditas global, terutama logam dan energi.
Di sisi lain, tekanan datang dari sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti BREN, BUMI, ISAT, UNVR, BBCA, SCMA, dan BBNI. Pelemahan BBCA dan BBNI menjadi perhatian karena keduanya kerap menjadi penopang IHSG, sehingga tekanan di sektor keuangan ikut membatasi ruang penguatan indeks.
Secara sektoral, sektor industri mencatat kenaikan tertinggi sebesar 3,30 persen. Penguatan ini didorong oleh saham seperti INDS yang naik 13,40 persen, disusul ACST, ASII, dan PTPP. Kenaikan sektor industri mencerminkan adanya dorongan pada saham-saham berbasis proyek dan manufaktur yang umumnya sensitif terhadap ekspektasi pertumbuhan ekonomi serta belanja infrastruktur.
Sementara itu, sektor keuangan melemah 0,17 persen. Selain BBCA dan BBNI, pergerakan BBRI dan BMRI turut menunjukkan investor masih menyesuaikan posisi di saham perbankan, yang sering dipandang sebagai indikator arah arus dana besar di pasar.
Dari kawasan, pergerakan IHSG sejalan dengan mayoritas bursa Asia yang menguat. Kospi naik 2,82 persen, Taiex menguat 1,31 persen, dan Nikkei 225 bertambah 0,86 persen. Hang Seng dan Shanghai juga mencatat kenaikan meski lebih terbatas.
Penguatan di Asia dikaitkan dengan meredanya sebagian sentimen global, khususnya terkait konflik di Timur Tengah. Munculnya kembali wacana negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran menjadi katalis yang mendorong minat pada aset berisiko, seiring harapan berkurangnya gangguan pada rantai pasok energi global.
Sentimen tersebut turut dipengaruhi pernyataan dari Gedung Putih yang membuka kemungkinan putaran kedua pembicaraan, serta komentar Presiden Donald Trump mengenai potensi negosiasi lanjutan di Pakistan dalam waktu dekat. Meski belum ada kepastian jadwal, ekspektasi pasar dinilai mulai bergeser dari kekhawatiran menuju harapan.
Di pasar valuta asing Asia, pergerakan mata uang cenderung bervariasi. Yen melemah ke 158,99 per dolar AS, sementara dolar Singapura dan dolar Australia menguat tipis. Rupiah berada di 17.144 per dolar AS atau melemah 0,10 persen, menandakan tekanan terhadap mata uang domestik belum sepenuhnya mereda.
Yuan juga melemah, sedangkan rupee India dan ringgit Malaysia menguat terbatas. Variasi ini menunjukkan pelaku pasar masih selektif menempatkan dana pada aset mata uang kawasan di tengah ketidakpastian global yang belum sepenuhnya hilang.
Dari pasar komoditas, harga minyak bergerak dengan arah berbeda. Brent naik ke USD95,19 per barel, sementara WTI turun ke USD91,05 per barel. Perbedaan arah ini mencerminkan tarik-menarik antara risiko pasokan dan ekspektasi diplomasi.
Kondisi Selat Hormuz yang belum sepenuhnya normal mempertahankan risiko gangguan suplai, mengingat jalur tersebut merupakan titik vital distribusi minyak global. Namun, peluang negosiasi AS dan Iran memunculkan ekspektasi bahwa aliran pasokan dapat kembali normal dalam jangka menengah, sehingga pasar energi bergerak tidak seragam.
Dengan kombinasi faktor tersebut, pergerakan IHSG pada sesi I terlihat berada di antara dua arus utama. Dorongan eksternal dari penguatan bursa regional dan harapan diplomasi memberi ruang kenaikan, sementara tekanan sektor keuangan dan pelemahan rupiah menjadi faktor penahan yang membuat penguatan indeks tetap terbatas.