Dana Moneter Internasional (IMF) mengeluarkan peringatan mengenai meningkatnya risiko resesi global apabila eskalasi perang di Iran terus berlanjut. Dalam laporan terbarunya, IMF menilai dampak ekonomi dari konflik di Timur Tengah kian membesar dan berpotensi menyeret pertumbuhan dunia ke titik kritis.
IMF yang berbasis di Washington juga memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2026. Penyesuaian ini disampaikan dalam pembaruan laporan ekonomi setengah tahunan World Economic Outlook yang turut memuat sejumlah skenario terkait dampak perang terhadap perekonomian dunia.
Dalam laporan tersebut, Inggris diperkirakan menjadi negara G7 yang paling terdampak. IMF memproyeksikan penurunan pertumbuhan yang tajam disertai tingkat inflasi yang tinggi.
IMF menjabarkan tiga skenario utama mengenai kemungkinan dampak perang terhadap ekonomi global. Kepala Ekonom IMF Pierre-Olivier Gourinchas menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi pasar energi saat ini, seiring berjalannya konflik.
“Tentu saja setiap hari yang berlalu, dan setiap hari kita mengalami lebih banyak gangguan di pasar energi, kita semakin hanyut menuju skenario buruk,” kata Gourinchas, dikutip dari The Guardian, Rabu (15/4/2026).
Di sisi lain, Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves disebut memberikan reaksi keras atas situasi tersebut, meski rincian pernyataannya tidak disertakan dalam materi yang tersedia.