BERITA TERKINI
Init-6 Ventures: Ketidakpastian Global dan Geopolitik Berpotensi Menahan Laju Pembiayaan Modal Ventura

Init-6 Ventures: Ketidakpastian Global dan Geopolitik Berpotensi Menahan Laju Pembiayaan Modal Ventura

Perusahaan modal ventura Init-6 Ventures memproyeksikan penyaluran pembiayaan modal ventura akan menghadapi tantangan sepanjang tahun ini. Venture Partner Init-6 Ventures, Rexi Christopher, menilai ketidakpastian ekonomi global serta persoalan geopolitik berpotensi memengaruhi ekonomi domestik Indonesia.

Menurut Rexi, kondisi tersebut dapat membuat investor cenderung bersikap menunggu perkembangan sebelum mengambil keputusan investasi. “Hal tersebut menyebabkan investor akan cenderung wait and see,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Meski demikian, Rexi melihat Indonesia tetap memiliki peluang menjadi pilihan menarik bagi investor asing, terutama jika mampu menunjukkan stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian. Ia juga menilai sektor konsumen masih mencatat pertumbuhan yang cukup baik, sehingga dinilai menjanjikan sebagai target investasi. “Dengan demikian, sektor konsumen cukup menjanjikan untuk menjadi target investasi,” katanya.

Dalam strategi investasinya, Init-6 Ventures disebut akan memantau berbagai sektor, mulai dari teknologi, edukasi, konsumen, hingga kesehatan. Selain mencari target pembiayaan, perusahaan juga aktif mengamati peluang konsolidasi antarperusahaan untuk menciptakan nilai yang lebih besar.

Rexi menambahkan, pihaknya tidak secara khusus menghindari sektor tertentu dalam menyalurkan pembiayaan. Namun, ia mengingatkan sejumlah sektor berpotensi terdampak kondisi geopolitik dan tekanan nilai tukar rupiah sehingga mengalami perlambatan, seperti real estate. Ia juga menyoroti risiko pada rantai pasok (supply chain) akibat ketidakpastian geopolitik, yang dapat berdampak signifikan pada proses bisnis.

Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan modal ventura mencapai Rp 16,46 triliun per Februari 2026, tumbuh 0,73% secara tahunan (year on year/YoY). Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK, Agusman, menyebut penyaluran pembiayaan atau penyertaan modal ventura masih didominasi sektor perdagangan, dengan porsi outstanding 49,95% atau sebesar Rp 8,55 triliun per Februari 2026.

Agusman juga memaparkan sejumlah tantangan yang dapat memengaruhi kinerja industri modal ventura tahun ini, salah satunya fenomena tech winter, yakni periode penurunan investasi teknologi dan aktivitas bisnis yang berkepanjangan dan signifikan di ekosistem start-up. Meski begitu, ia menilai dampaknya mulai lebih terkendali seiring penyesuaian strategi investasi yang mengedepankan kehati-hatian serta fokus pada usaha dengan fundamental yang kuat dan berkelanjutan.

Tantangan lain yang disebut OJK adalah volatilitas pasar yang dapat memengaruhi valuasi dan strategi keluar (exit strategy), sehingga berpotensi berdampak pada kinerja modal ventura ke depan.

Adapun nilai aset industri modal ventura per Februari 2026 tercatat sebesar Rp 27,63 triliun, meningkat 2,07% secara YoY.