BERITA TERKINI
Job Fair 2026 Universitas Teknik Elektro Perluas Akses Kerja dan Magang bagi Mahasiswa

Job Fair 2026 Universitas Teknik Elektro Perluas Akses Kerja dan Magang bagi Mahasiswa

Universitas Teknik Elektro menggelar lokakarya perekrutan bagi calon insinyur bidang Teknologi Informasi–Elektronika dan Telekomunikasi pada sore 16 April. Kegiatan ini menghadirkan banyak perusahaan, mahasiswa, serta organisasi mitra untuk mempertemukan kebutuhan dunia usaha dengan kesiapan lulusan.

Program tersebut dirancang sebagai jembatan antara kampus dan industri, sekaligus menjadi ruang bagi universitas untuk memperkenalkan kualitas pelatihan. Melalui kegiatan ini, kampus menegaskan fokus pengembangan sumber daya manusia dengan landasan profesional yang kuat, keterampilan kejuruan, serta kemampuan beradaptasi terhadap tuntutan pasar kerja yang terus meningkat.

Penyelenggara menyebut hampir 60 perusahaan terhubung langsung dengan mahasiswa. Setelah capaian pada 2025 yang melibatkan lebih dari 30 perusahaan dan menyediakan lebih dari 3.000 lowongan, Job Fair 2026 berkembang dengan hampir 60 perusahaan dan menawarkan lebih dari 4.000 peluang kerja serta magang. Ragam agenda juga diperluas dengan sejumlah elemen baru untuk membantu mahasiswa mengakses pasar tenaga kerja secara lebih komprehensif dan praktis.

Sejumlah perusahaan yang hadir antara lain Mobifone Hanoi, FPT Telecom, Foxconn Industrial Internet, Biel Crystal, Saram Vina, Tan Long, dan Softdreams, bersama mitra lainnya. Kehadiran berbagai perusahaan tersebut dinilai mencerminkan kebutuhan rekrutmen serta tren pengembangan sumber daya manusia di sektor teknologi saat ini.

Dalam sambutan pembukaan, Profesor Madya Dr. Nguyen Le Cuong selaku Wakil Rektor Universitas Teknik Elektro menekankan bahwa partisipasi dunia usaha bukan hanya membuka peluang kerja bagi mahasiswa, tetapi juga memperkuat keterhubungan antara pelatihan dan praktik agar lebih sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja.

Dari pihak perusahaan, Nguyen Van Nghi, Kepala Departemen Bisnis Solusi Digital Mobifone Hanoi, menyampaikan apresiasi terhadap kualitas pelatihan di universitas tersebut. Ia menilai mahasiswa memiliki landasan profesional, semangat belajar yang serius, serta sikap proaktif, dan menyatakan keinginan untuk melanjutkan kolaborasi dalam pelatihan, magang, dan perekrutan.

Dalam sesi seminar, Chu Van Tuan, M.Sc., Wakil Direktur Pusat Pelatihan Universitas Teknik Elektro, memaparkan lima faktor inti untuk meningkatkan daya saing mahasiswa. Ia menekankan pentingnya pengetahuan profesional yang solid dan keterampilan praktis sebagai prasyarat utama, disertai kemampuan berbahasa asing sebagai nilai tambah. Selain bahasa Inggris, ia menyebut bahasa seperti Mandarin dan Jepang dapat membuka peluang di perusahaan yang memiliki unsur asing.

Menurut Tuan, sikap menjadi faktor kunci yang kerap diprioritaskan perusahaan karena dinilai lebih sulit dilatih dan mencerminkan etos kerja. Profesionalisme juga ditekankan, yang terlihat dari perilaku dasar seperti ketepatan waktu, fokus, dan rasa hormat terhadap lingkungan kerja.

Masih dari perspektif industri, Nguyen Thi Phuong Linh, Kepala Brand dan Rekrutmen FPT Telecom, menyoroti proses seleksi awal yang singkat. Ia menyebut CV hanya memiliki waktu sekitar delapan detik untuk menarik perhatian perekrut. Karena itu, kandidat disarankan menyajikan informasi secara ringkas, menonjolkan detail penting yang relevan dengan posisi yang dilamar, serta menyesuaikan CV untuk tiap lowongan. Ia juga mendorong pelamar tidak hanya mencantumkan peran, tetapi menjelaskan tanggung jawab, tindakan, dan pencapaian.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa memperoleh informasi mengenai peluang kerja, tren industri, dan persyaratan rekrutmen di sektor teknologi. Materi praktis tersebut disebut membantu mahasiswa lebih jelas menentukan arah karier dalam konteks transformasi digital.

Selain rekrutmen, agenda juga mencakup seminar dan sesi pertukaran antara kampus, perusahaan, dan mahasiswa. Rangkaian ini ditujukan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan serta keterampilan agar lebih siap memasuki pasar kerja.

Sejumlah mahasiswa menilai kegiatan tersebut memberi pengalaman langsung yang berdampak pada cara pandang mereka. Nguyen Duc Minh, mahasiswa teknik perangkat lunak, mengatakan interaksi dengan perusahaan membantunya mengubah pola pikir belajar dan orientasi karier. Sementara itu, Pham Minh Duc, mahasiswa tahun kedua, menyebut acara tersebut memberikan gambaran lebih realistis tentang lingkungan kerja dan menilai perusahaan yang ditemuinya terbuka serta ramah.

Dengan skala dan konten yang menekankan aspek praktis, Job Fair 2026 Universitas Teknik Elektro diproyeksikan tidak hanya memperluas peluang kerja dan magang, tetapi juga memperkuat hubungan universitas dengan dunia usaha untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia berkualitas.