BERITA TERKINI
Kegiatan Usaha Melambat pada Kuartal I 2026, Diproyeksikan Menguat di Kuartal II

Kegiatan Usaha Melambat pada Kuartal I 2026, Diproyeksikan Menguat di Kuartal II

Kegiatan usaha pada kuartal I 2026 dilaporkan mengalami perlambatan. Meski demikian, perkembangan pada periode berikutnya diperkirakan membaik, dengan proyeksi kebangkitan pada kuartal II 2026.

Informasi tersebut muncul di tengah beragam perkembangan ekonomi dan industri lainnya. Sejumlah agenda dan isu turut menjadi perhatian, mulai dari penyelenggaraan Hekrafnas 2026 yang disebut berlangsung serentak di tujuh provinsi dan 17 negara, hingga peringatan dari Kementerian Perindustrian terkait potensi dampak regulasi terhadap industri rokok dan pekerja.

Di sektor energi, sinergi pemerintah dan Pertamina dikabarkan diarahkan untuk mempercepat pemulihan distribusi BBM di Bali. Sementara itu, dari sisi investasi, nilai transaksi kripto di Tokocrypto pada periode Januari–September 2026 disebut mencapai Rp 41,6 triliun.

Perkembangan pasar keuangan juga menjadi sorotan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta industri asuransi memperhatikan manajemen risiko di tengah gejolak IHSG. Pada awal pekan, IHSG tercatat mengalami penurunan 3,63% ke level 4.996, disertai informasi mengenai saham yang banyak diborong asing serta daftar saham dengan aksi jual bersih (net sell) terbesar oleh investor asing.

Dengan kondisi kuartal I yang melambat dan proyeksi perbaikan pada kuartal II 2026, dinamika sektor riil, pasar keuangan, serta kebijakan di berbagai industri diperkirakan tetap menjadi faktor yang dicermati pelaku usaha dan investor.