Literasi keuangan kembali ditegaskan sebagai agenda strategis untuk membangun masyarakat yang cerdas secara finansial. Komitmen tersebut disuarakan melalui Education Fair 2026 yang digelar Tribun Lombok bersama KrediOne di Gramedia Mataram, dengan sasaran generasi muda hingga pelaku UMKM di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kegiatan edukatif ini menghadirkan talkshow dengan narasumber Yudi Tri Widodo, Analis Pengawasan Market Conduct, Edukasi, Pelindungan Konsumen, Keuangan Daerah, dan Layanan Manajemen Strategis OJK NTB, serta Oclif Ronald Elgin Mantik, Head of Finance, Accounting & Tax KrediOne.
Dalam keterangannya pada Selasa, 14 April 2026, Oclif menekankan pentingnya literasi keuangan sebagai fondasi untuk membangun masa depan finansial yang sehat dan berkelanjutan. Ia menyebut pemahaman terhadap legalitas penyelenggara layanan pinjaman menjadi hal krusial, terutama bagi generasi muda.
“Pemahaman terhadap legalitas penyelenggara menjadi kunci. Masyarakat, khususnya generasi muda, perlu memastikan bahwa layanan pinjaman daring yang digunakan telah berizin dan diawasi oleh OJK, guna menghindari praktik bunga eksesif maupun biaya tersembunyi yang tidak rasional,” kata Oclif.
Ia menambahkan, masyarakat perlu semakin cermat membedakan layanan pinjaman daring (pindar) resmi dengan praktik pinjaman online ilegal yang masih marak beredar. Menurutnya, edukasi menjadi benteng perlindungan agar generasi muda tidak terjebak praktik pinjol ilegal yang berpotensi menimbulkan kerugian finansial dan sosial.
Lebih lanjut, Oclif juga menyampaikan bahwa Provinsi NTB menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan dalam layanan KrediOne. Secara nasional, NTB disebut berada di peringkat ke-18 dalam penyaluran pinjaman dan menempati posisi keempat di kawasan Indonesia Timur.