BERITA TERKINI
Laporan Deloitte: Perubahan Pekerjaan dan Keterampilan Makin Cepat, Kesejahteraan Pekerja Menurun

Laporan Deloitte: Perubahan Pekerjaan dan Keterampilan Makin Cepat, Kesejahteraan Pekerja Menurun

Dunia kerja terus bergerak cepat seiring perkembangan teknologi dan dinamika ekonomi global. Organisasi kini tidak hanya dituntut bertahan, tetapi juga beradaptasi secara berkelanjutan menghadapi disrupsi. Dalam situasi ini, tantangan utama bagi perusahaan dan individu adalah menjaga relevansi.

Menurut laporan Deloitte Global Human Capital Trends 2026, perubahan terbesar yang dirasakan pekerja terjadi pada pekerjaan itu sendiri, dengan persentase 49%. Perubahan pada keterampilan yang dibutuhkan juga dinilai signifikan, mencapai 39%.

Faktor teknologi turut mendorong pergeseran tersebut. Penggunaan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung pekerjaan tercatat 37%, disusul otomatisasi teknologi 34% dan penerapan sistem teknologi baru 31%. Sementara itu, perubahan strategi atau model bisnis berada di angka 29%, menandakan transformasi juga terjadi pada tingkat organisasi.

Berbagai perubahan itu berdampak langsung pada pekerja. Dampak yang paling dominan adalah penurunan kesejahteraan, yang dilaporkan oleh 68% responden. Selain itu, 61% pekerja mengaku mengalami kurangnya kejelasan peran akibat perubahan yang berlangsung.

Survei juga mencatat 60% pekerja merasakan peningkatan beban kerja. Di saat yang sama, 58% menyatakan merasa kurang relevan atau tertinggal, yang mengindikasikan adanya kesenjangan keterampilan. Adapun 56% responden menyebut penurunan peluang kerja sebagai salah satu dampak dari perubahan yang terjadi.

Laporan tersebut menekankan pentingnya kemampuan adaptasi yang terintegrasi dalam pekerjaan sehari-hari. Perubahan yang berlangsung cepat dinilai kerap tidak sebanding dengan kemampuan organisasi untuk menyesuaikan diri. Dalam survei ini, hanya 27% responden yang menilai organisasinya mampu mengelola perubahan dengan baik.

Deloitte juga menyoroti bahwa peningkatan kompetensi pekerja dinilai tidak cukup jika hanya mengandalkan pelatihan formal yang bersifat sesaat. Proses belajar disebut perlu berlangsung secara real time, terutama di tengah meningkatnya peran teknologi seperti AI dalam dunia kerja. Kondisi ini menuntut perusahaan untuk terus beradaptasi agar mampu bertahan di tengah transformasi yang terjadi di berbagai lini.

Laporan ini disusun Deloitte bekerja sama dengan Oxford Economics. Penyusunannya melibatkan lebih dari 3.000 pemimpin bisnis dan HRD dari berbagai sektor di 15 negara, serta 6.000 pekerja, manajer, dan eksekutif untuk memetakan kesenjangan antara persepsi manajer dan realitas yang dialami pekerja. Data survei juga diperkuat dengan lebih dari 50 wawancara dengan eksekutif dan pakar dari berbagai organisasi.