Literasi keuangan semakin menjadi agenda strategis dalam upaya mendorong terbentuknya masyarakat yang cerdas secara finansial, termasuk di kalangan generasi muda di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pemahaman yang baik mengenai cara mengelola keuangan dinilai penting untuk membantu anak muda mengambil keputusan finansial yang lebih tepat.
Penguatan literasi keuangan juga diarahkan agar generasi muda lebih bijak dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran, sekaligus memahami risiko dari pilihan keuangan yang tidak aman. Dalam konteks ini, perhatian turut diberikan pada pentingnya menghindari pinjaman online (pinjol) ilegal yang berpotensi merugikan.
Dengan meningkatnya literasi keuangan, generasi muda diharapkan mampu membangun kebiasaan finansial yang sehat serta lebih waspada terhadap tawaran layanan keuangan yang tidak jelas legalitasnya.