JAKARTA — Pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya permintaan terhadap produk dan layanan berbasis halal. Ekosistem halal pun tidak lagi terbatas pada sektor makanan dan gaya hidup, melainkan meluas ke berbagai sektor strategis seperti kesehatan, pendidikan, hingga layanan berbasis komunitas.
Di tengah perkembangan tersebut, masih terdapat tantangan terkait keterhubungan antar sektor yang belum optimal serta akses pembiayaan yang belum merata. Kondisi ini mendorong Maybank Indonesia melalui Unit Usaha Syariah (UUS) untuk menghadirkan pendekatan terintegrasi dalam pengembangan ekosistem halal.
Melalui pendekatan tersebut, Maybank Indonesia menyatakan tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan keuangan, tetapi juga sebagai penghubung berbagai elemen dalam rantai nilai ekonomi syariah. Strategi itu diwujudkan lewat penyediaan solusi keuangan yang menyeluruh dan terintegrasi di berbagai sektor.
Salah satu implementasi yang disorot berada di sektor kesehatan. Maybank Indonesia menyediakan pembiayaan bagi institusi sekaligus mendukung pengembangan sarana dan prasarana, kebutuhan operasional, hingga ekspansi usaha. Layanan yang ditawarkan juga mencakup pengelolaan payroll, transaksi harian, layanan investasi, serta pembiayaan bagi karyawan dan komunitas yang terlibat dalam ekosistem tersebut.
Pendekatan ini dinilai mencerminkan pergeseran peran perbankan syariah, dari sekadar penyedia produk menjadi pihak yang mendukung keterhubungan dan efisiensi aktivitas ekonomi halal.
Direktur Unit Usaha Syariah Maybank Indonesia, Romy Buchari, mengatakan strategi itu merupakan bagian dari visi jangka panjang perusahaan dan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Pengembangan ekosistem halal membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang saling terhubung. Melalui pendekatan ini, kami menghadirkan solusi keuangan syariah yang tidak hanya relevan secara bisnis, tetapi juga mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat secara menyeluruh,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (16/4).
Maybank Indonesia juga menyebut integrasi serupa diperluas ke sektor pendidikan, food and beverage (F&B), serta layanan berbasis komunitas. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat konektivitas antar sektor dalam ekonomi syariah sekaligus meningkatkan produktivitas dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan masyarakat.
Selain itu, inisiatif tersebut dikaitkan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), terutama dalam mendorong dampak sosial melalui penguatan sektor-sektor esensial. Pengembangan ekosistem halal juga dinilai membuka peluang lebih besar bagi pertumbuhan UMKM yang menjadi bagian penting dalam rantai nilai ekonomi syariah.
Romy menambahkan, penguatan ekosistem halal merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk menghadirkan layanan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan. “Penguatan ekosistem halal merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan. Ini juga sejalan dengan aspirasi kami untuk menjadi pemimpin global dalam perbankan syariah serta menjalankan misi Humanising Financial Services,” katanya.