Menteri keuangan negara-negara Group of Seven (G7) pada Jumat menekankan perlunya langkah mendesak untuk membatasi dampak ekonomi dari konflik yang продолжа berlangsung di Timur Tengah. Dalam pernyataan bersama, mereka juga menegaskan komitmen untuk mengejar perdamaian yang berkelanjutan.
Para menteri menyatakan secara bulat bahwa upaya menekan biaya bagi perekonomian global akibat konflik yang berkepanjangan menjadi kebutuhan mendesak. Mereka menilai risiko tersebut dapat dirasakan luas, termasuk melalui dampak langsung maupun tidak langsung.
G7 juga menyoroti kewaspadaan terhadap konsekuensi konflik bagi negara-negara yang paling rentan. Menurut pernyataan itu, perhatian diberikan pada potensi efek yang dapat memperburuk kondisi ekonomi pihak-pihak yang memiliki daya tahan terbatas terhadap guncangan global.
Dalam pertemuan yang sama, menteri keuangan dan gubernur bank sentral G7 menegaskan kembali dukungan mereka untuk Ukraina. Mereka membahas pentingnya mempertahankan tekanan terhadap Rusia agar krisis di Timur Tengah tidak menguntungkan upaya perang Rusia.
Selain itu, para pejabat G7 membicarakan pemenuhan kebutuhan energi Ukraina dalam persiapan menghadapi musim dingin. Mereka juga menyinggung kontribusi aktif untuk perbaikan lengkungan penutup pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl, serta pelaksanaan reformasi Ukraina di bawah program Dana Moneter Internasional (IMF).