Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menuntaskan empat langkah strategis untuk memperkuat transparansi sekaligus likuiditas pasar modal. Inisiatif ini menjadi bagian dari delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia, serta ditujukan untuk meningkatkan daya saing di mata investor global dan penyedia indeks seperti MSCI.
Empat agenda yang telah diselesaikan meliputi pembukaan data kepemilikan saham di atas 1% kepada publik, peningkatan batas minimum free float menjadi 15% melalui penyesuaian Peraturan Bursa Nomor I-A dan surat edarannya, penguatan granularitas data investor oleh KSEI menjadi 39 klasifikasi, serta implementasi pengumuman data kepemilikan saham terkonsentrasi atau High Shareholding Concentration (HSC).
Melalui kebijakan tersebut, investor dapat mengakses informasi yang lebih rinci mengenai struktur kepemilikan saham. Informasi yang tersedia mencakup identitas pemegang saham, jumlah kepemilikan, status sebagai pengendali atau afiliasi, hingga Pemilik Manfaat (beneficial owner).
Pejabat Sementara (Pjs.) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan peningkatan batas minimum free float menjadi 15% juga disertai redefinisi konsep free float dan penguatan klasifikasi saham, termasuk dalam proses penawaran umum perdana saham (IPO). “Masa transisi ditetapkan bagi perusahaan tercatat guna memitigasi potensi tekanan jangka pendek terhadap harga saham dan likuiditas pasar”, kata Jeffrey dalam keterangan resminya, Kamis (16/4/2026).
Jeffrey menambahkan, dengan tetap menjaga ambang batas kepemilikan sebesar 5% yang sejalan dengan standar global, kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas sekaligus menarik lebih banyak investor.
Dari sisi transparansi, penguatan juga dilakukan melalui penyajian data kepemilikan saham dan data investor yang lebih granular. Klasifikasi investor yang sebelumnya hanya 9 klasifikasi ditingkatkan menjadi 39 klasifikasi dan tipe, sehingga memberi gambaran yang lebih detail mengenai komposisi investor.
Selain itu, pasar modal Indonesia mengadopsi praktik yang diterapkan oleh Hong Kong Exchanges and Clearing (HKEX) melalui pengumuman HSC, yakni informasi mengenai saham dengan kepemilikan yang terkonsentrasi pada sejumlah kecil pihak. Informasi ini dipublikasikan secara terbuka untuk meningkatkan kualitas informasi dan memperkuat perlindungan investor.
“Transparansi data kepemilikan saham di atas 1% dan pengungkapan HSC akan meningkatkan kualitas informasi pasar sekaligus membantu investor dalam memahami struktur kepemilikan suatu perusahaan tercatat secara lebih komprehensif,” ujar Jeffrey.
Ke depan, BEI menyatakan komitmennya melanjutkan reformasi dengan fokus pada penguatan transparansi, likuiditas, serta penyempurnaan struktur pasar. “Melalui reformasi yang konsisten dan komunikasi yang terbuka dengan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis pasar modal Indonesia akan semakin menarik bagi investor domestik maupun global,” kata Jeffrey.
Upaya penguatan tersebut turut diiringi peningkatan kapasitas tata kelola dan sosialisasi kepada pelaku pasar. BEI menyebut sosialisasi dilakukan baik secara langsung maupun daring untuk membuka ruang dialog dengan pemangku kepentingan domestik dan global.
Pengamat pasar modal Hans Kwee menilai percepatan reformasi transparansi yang dilakukan otoritas sebagai langkah positif untuk meningkatkan integritas pasar modal Indonesia dan merespons ekspektasi investor global. “Ini sangat baik untuk meningkatkan integritas pasar modal kita. Langkah ini juga memenuhi permintaan MSCI dan meningkatkan kelas transparansi pasar modal Indonesia,” katanya.
Hans juga menekankan pentingnya komunikasi regulator dengan penyedia indeks global dalam menjaga kepercayaan investor. Menurut dia, pembukaan data kepemilikan saham dan penguatan data investor membuat pasar lebih transparan, sementara peningkatan batas minimum free float menjadi 15% berpotensi berdampak pada likuiditas. “Peningkatan free float akan menambah suplai saham di pasar, sehingga likuiditas berpotensi meningkat,” pungkasnya.