Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong peningkatan literasi keuangan di sektor pertanian melalui edukasi dan survei akses pembiayaan bagi petani kakao di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat kemampuan petani dalam memanfaatkan layanan keuangan formal guna mendukung pengembangan usaha.
Edukasi keuangan dan survei tersebut berlangsung pada 9–10 April 2026 di Aula Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Konawe Selatan. Program ini merupakan kolaborasi OJK Provinsi Sulawesi Tenggara dengan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan.
Dalam kegiatan itu, sebanyak 86 petani kakao mengikuti sesi edukasi sekaligus menjadi responden survei. Sejumlah pihak turut hadir, antara lain perwakilan OJK Sulawesi Tenggara, OJK Sulawesi Selatan, serta jajaran Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan setempat.
OJK menyebut program ini sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya pada komoditas kakao yang menjadi andalan daerah. Materi yang diberikan mencakup pemahaman produk dan layanan keuangan formal, pengelolaan keuangan usaha tani, hingga alternatif pembiayaan untuk pengembangan usaha.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, menekankan pentingnya edukasi keuangan bagi petani. “Penguatan literasi dan inklusi keuangan menjadi langkah strategis agar petani mampu memanfaatkan layanan keuangan formal secara bijak dan bertanggung jawab,” ujarnya. Ia menambahkan, “Dengan akses pembiayaan yang lebih luas, kami berharap kapasitas usaha dan kesejahteraan petani kakao dapat meningkat secara berkelanjutan.”
Selain edukasi, OJK juga melakukan survei untuk memetakan tingkat literasi dan inklusi keuangan petani, termasuk kebutuhan pembiayaan serta kendala yang dihadapi dalam mengakses layanan keuangan formal. Hasil survei ini direncanakan menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan adaptif sesuai karakteristik kebutuhan petani di daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Konawe Selatan, Samsul, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai sektor kakao memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, OJK, dan lembaga jasa keuangan diperlukan agar akses pembiayaan semakin mudah, terjangkau, dan sesuai kebutuhan petani. Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan juga menyatakan komitmennya mendukung berbagai inisiatif yang memperkuat kapasitas petani dan ekosistem pertanian, termasuk melalui perluasan akses layanan keuangan formal.