BERITA TERKINI
OJK Beri Literasi Keuangan Syariah untuk 1.000 Santri di Ponpes Lirboyo Kediri

OJK Beri Literasi Keuangan Syariah untuk 1.000 Santri di Ponpes Lirboyo Kediri

Kediri — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar kegiatan literasi dan inklusi keuangan syariah di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Sekitar 1.000 santri mengikuti kegiatan yang dipusatkan di halaman depan Gedung Yayasan Pondok Lirboyo.

Kegiatan bertajuk Penguatan Ekosistem Pesantren melalui Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah itu merupakan bagian dari program prioritas pemerintah. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, mengatakan penguatan literasi keuangan syariah di lingkungan pesantren menjadi langkah strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Menurut Dicky, pesantren memiliki peran penting sebagai pusat pendidikan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Melalui peningkatan literasi dan pemahaman keuangan syariah, masyarakat diharapkan dapat mengambil keputusan keuangan secara bijak dan terhindar dari berbagai risiko keuangan.

Ia menambahkan, edukasi tersebut juga ditujukan untuk memperkuat ekosistem ekonomi pesantren serta mendukung program pemerintah yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas, termasuk melalui penguatan pemenuhan gizi dan pengembangan usaha di lingkungan pesantren.

Dalam kegiatan itu, OJK memperkenalkan program SAKINAH, akronim dari “Tingkatkan Literasi Santri Mengenai Kesehatan Keuangan dan Raga”. Program yang mengusung tema “Santri Sehat, Keuangan Kuat, Masa Depan Hebat” ini memuat materi pengenalan produk dan layanan keuangan syariah, pengelolaan keuangan, kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal, serta pentingnya gizi dalam membentuk generasi yang sehat dan produktif.

Dicky menyampaikan, para santri diharapkan tidak hanya memahami pentingnya menjaga kesehatan keuangan melalui pengelolaan keuangan yang baik dengan pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah, tetapi juga menyadari pentingnya gizi dalam menunjang kesehatan jiwa dan raga sebagai bagian dari perencanaan untuk mencapai kesejahteraan di masa depan.

Kegiatan ini juga dikaitkan dengan upaya peningkatan pemahaman dan akses keuangan syariah melalui Program Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah (FEBIS) serta SAKINAH. OJK turut bersinergi dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Badan Gizi Nasional, serta Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) Syariah untuk mendorong peningkatan pemahaman masyarakat dan memperluas akses keuangan syariah secara bertanggung jawab.