Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Pringsewu menggelar kegiatan literasi dan inklusi keuangan syariah melalui program SICANTIKS (Sahabat Ibu Cakap Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah) di Universitas Muhammadiyah Pringsewu.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Rahayu Riyanto Pamungkas selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pringsewu dikukuhkan sebagai Bunda SICANTIKS. Acara ini dihadiri Bupati Pringsewu Haji Riyanto Pamungkas, perwakilan Pemerintah Provinsi Lampung yang diwakili Plt Kepala BPKAD Nurul Fahri, serta Kepala OJK Provinsi Lampung Otto Fitriandy, bersama jajaran dan pemangku kepentingan terkait.
Kepala OJK Provinsi Lampung Otto Fitriandy mengatakan program SICANTIKS merupakan bagian dari sinergi OJK dan pemerintah daerah melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Ia menilai perempuan memiliki peran strategis sebagai pengelola keuangan keluarga sehingga perlu dibekali pemahaman yang baik, khususnya terkait keuangan syariah.
“Perempuan hebat, keuangan sehat, keluarga kuat menjadi fondasi utama dalam mendorong kesejahteraan masyarakat,” ujar Otto.
Program SICANTIKS merupakan inisiatif edukasi yang menyasar perempuan, mulai dari ibu rumah tangga, penceramah, hingga pimpinan majelis taklim, agar lebih memahami pengelolaan keuangan berbasis syariah. Kegiatan ini juga disebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut peringatan Hari Kartini, sekaligus mendorong perempuan menjadi agen literasi keuangan di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, Plt Kepala BPKAD Provinsi Lampung Nurul Fahri menyampaikan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan menjadi bagian penting dari target pembangunan daerah. Ia menekankan perlunya pemahaman masyarakat terhadap berbagai instrumen keuangan dan investasi, termasuk risiko yang menyertainya, serta mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan keuangan.
Nurul juga menyampaikan apresiasi Pemerintah Provinsi Lampung terhadap program SICANTIKS yang dinilai dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya perempuan, dalam mengelola keuangan secara bijak.
Bupati Pringsewu Haji Riyanto Pamungkas menambahkan bahwa literasi keuangan dan literasi digital semakin dibutuhkan di tengah maraknya kasus penipuan di masyarakat. Menurutnya, perempuan, terutama ibu rumah tangga, merupakan garda terdepan dalam mengatur keuangan keluarga sehingga perlu memiliki pemahaman yang kuat agar tidak mudah terjebak investasi bodong.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur tawaran investasi dengan imbal hasil tinggi dalam waktu singkat, serta lebih cermat mengenali produk keuangan yang legal dan aman.
Melalui kolaborasi OJK, pemerintah daerah, dan berbagai pihak, program SICANTIKS diharapkan terus berkembang dan menjangkau lebih banyak perempuan, sehingga mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat secara berkelanjutan.